Kinerja Keuangan dan Prospek Pasar

Ketergantungan Indonesia terhadap produk diagnostik impor menjadi peluang besar bagi PRDL sebagai produsen lokal. Kehadiran perseroan mendukung program pemerintah dalam meningkatkan penggunaan produk alat kesehatan dalam negeri.

Berdasarkan data prospektus BEI, PT Prodia Diagnostic Line Tbk membukukan pertumbuhan performa keuangan yang positif pada tahun 2025.

in1

Pendapatan perseroan naik 26,8% menjadi Rp74,37 miliar dibandingkan tahun 2024 yang bernilai Rp58,66 miliar.

Kenaikan penjualan mengerek laba bruto sebesar 31,3% menjadi Rp45,35 miliar.

Laba usaha perseroan juga meningkat 60% menjadi Rp24,36 miliar, sementara laba bersih tahun berjalan melonjak 69,9% menjadi Rp16,99 miliar dari sebelumnya Rp10 miliar.

Lonjakan ini mendorong laba per saham (EPS) naik dari Rp8,19 menjadi Rp13,93.

Pada pos neraca, total aset PRDL tumbuh 5,6% menjadi Rp194,43 miliar pada akhir 2025 yang didorong oleh ekspansi aset tetap menjadi Rp135,01 miliar.

>>> Turki vs Paraguay: Duel Hidup-Mati di Grup D Piala Dunia 2026

Di sisi lain, total liabilitas turun menjadi Rp111,37 miliar sehingga ekuitas perusahaan meningkat 25,5% menjadi Rp83,06 miliar.