Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dikabarkan akan mengumumkan pengunduran dirinya pagi ini di depan Downing Street.

Langkah ini diyakini akan membuka jalan bagi Andy Burnham untuk menggantikannya sebagai pemimpin negara.

in1

>>> LRT Jabodebek Relasi Harjamukti-Dukuh Atas Alami Gangguan Perjalanan

Starmer dilaporkan telah mulai menulis pidato pengunduran dirinya selama akhir pekan di Chequers, kediaman resmi perdana menteri.

Tekanan dari para anggota parlemen dan partai meningkat setelah kemenangan telak Burnham dalam pemilihan sela Makerfield pekan lalu.

Kronologi dan Reaksi

Menteri Jacqui Smith mengindikasikan bahwa ia akan mendukung Starmer jika ia tetap menjabat.

Namun, lebih dari setengah anggota kabinet dilaporkan secara pribadi mengatakan bahwa sudah waktunya bagi Starmer untuk mundur.

Mereka termasuk Menteri Luar Negeri Yvette Cooper dan Menteri Perhubungan Heidi Alexander.

Starmer sebelumnya bersikeras akan maju dalam kontestasi kepemimpinan jika ada.

Ia mengatakan kepada wartawan di London Utara bahwa ia tidak akan mundur dari pertarungan.

>>> Bank Indonesia Luncurkan Program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu

Namun, posisinya melemah secara signifikan sejak pernyataan tegasnya pada Jumat lalu.

Jalan Menuju Suksesi

The Guardian melaporkan bahwa kemungkinan jadwal menuju Downing Street melibatkan Starmer tetap menjabat hingga musim gugur.

Burnham kemudian akan mengambil alih sekitar konferensi tahunan partai pada akhir September.

Burnham akan dilantik sebagai anggota parlemen hari ini dan diyakini akan dengan mudah mendapatkan dukungan dari 81 anggota parlemen yang diperlukan untuk memulai kontestasi kepemimpinan.

Menurut New Statesman, tim Burnham menargetkan dukungan dari sebanyak 200 anggota parlemen.

Jika Starmer mengumumkan pengunduran dirinya, itu akan menjadi kejatuhan yang mengejutkan bagi seorang pemimpin yang memenangkan mayoritas besar di Parlemen kurang dari dua tahun lalu.

>>> PGN Perluas Akses Gas Bumi Melalui CNG Clustering di Sleman

Popularitas Starmer merosot tak lama setelah ia menjabat, sementara Partai Reformasi Nigel Farage naik ke posisi unggul dalam jajak pendapat.