Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman memberikan penghormatan terakhir dengan melayat ke rumah duka almarhum Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu di Cikeas.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengenang sosok mantan Menteri Pertahanan itu sebagai figur prajurit yang sangat profesional dan pejuang sejati.

>>> Pemprov DKI Jakarta Bebaskan Denda Pajak Kendaraan Bermotor

Dudung mengungkapkan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya salah satu putra terbaik yang pernah dimiliki oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Ia menyebut Ryamizard bukan sekadar atasan, melainkan sosok pemimpin yang memberikan banyak arahan berharga sepanjang karier militernya.

Hubungan antara Dudung dan Ryamizard sudah terjalin cukup lama, terutama saat almarhum menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).

Pada masa itu, Dudung sedang mengemban amanah sebagai Komandan Batalyon yang bertugas di bawah kepemimpinan Ryamizard.

Dudung mengenang momen saat mereka bersama-sama menjalankan tugas negara dalam operasi darurat militer di wilayah Aceh.

Ia merasa sangat beruntung sempat mendapatkan bimbingan langsung dari almarhum yang dikenal sangat tegas namun tetap mengayomi bawahannya.

Salah satu pelajaran berharga yang diingat Dudung adalah prinsip patriotisme yang selalu ditekankan oleh Ryamizard kepada seluruh prajurit.

Almarhum selalu mengingatkan pentingnya sikap profesionalisme dan kapan seorang prajurit harus kembali ke barak demi menjaga kedaulatan negara.

Menurut Dudung, Ryamizard Ryacudu adalah gambaran nyata dari seorang prajurit tulen yang mendedikasikan seluruh hidupnya untuk kepentingan bangsa.

Beliau dikenal sebagai sosok yang tidak pernah lelah dalam berjuang dan memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan organisasi TNI.

Selama masa dinasnya, Ryamizard terus melakukan berbagai inovasi dan pengembangan guna meningkatkan kemampuan teknis para prajurit di lapangan.