Tuchel Kritik Aturan Hydration Breaks Piala Dunia 2026: Rusak Keindahan Sepak Bola
Thomas Tuchel melontarkan kritik tajam terhadap aturan hydration breaks yang diterapkan di seluruh pertandingan Piala Dunia 2026.
Pelatih Timnas Inggris itu menilai kebijakan tersebut mengganggu alur permainan dan mengurangi kualitas pertandingan.
>>> Kasus Rp20 Juta Mahasiswa UBK: Aliran Dana ke Tujuh Orang Terungkap
Menurut Tuchel, terlalu seringnya laga dihentikan membuat ritme pertandingan sulit terbentuk secara alami. Ia menegaskan bahwa sepak bola seharusnya mengalir tanpa banyak jeda.
Aturan Demi Kesehatan Pemain
FIFA memberlakukan hydration breaks sebagai langkah antisipasi cuaca panas yang berpotensi membuat pemain kelelahan dan dehidrasi. Aturan ini menjadi bagian wajib di semua laga turnamen.
Namun, Tuchel menilai penerapan aturan tersebut terlalu kaku karena tidak mempertimbangkan kondisi pertandingan yang berbeda-beda.
Ia menyoroti pengalaman pertamanya di turnamen ini saat Inggris menang 4-2 atas Kroasia pada laga pembuka Grup L.
"Sebagai pelatih, saya suka menyatukan tim dan membangun pengaruh di dalam permainan, tetapi secara keseluruhan saya lebih suka sepak bola dimainkan dalam satu babak penuh," ujar Tuchel dikutip dari Independent.
>>> Prabowo Kaget Data Ekonomi Era Jokowi: Penduduk Miskin Naik, Kelas Menengah Turun
Menurutnya, momentum permainan menjadi sulit dibangun karena pertandingan harus berhenti beberapa kali. Hal ini mengganggu konsentrasi dan intensitas yang sudah terbentuk di lapangan.
"Itu membangun momentum, itu bagian dari permainan. Sulit untuk membangun momentum dan mempertahankan momentum," lanjutnya.
Tuchel menambahkan bahwa laga kini terasa seperti dimainkan dalam beberapa segmen terpisah, bukan satu pertandingan utuh yang mengalir.
"Itu hanya menambah karakteristik permainan yang indah. (Jeda) justru mengurangi keindahannya," tegasnya.
>>> Nanik S Deyang Masuk Radar Kejagung di Kasus Korupsi MBG
Meski demikian, Tuchel tetap mengakui bahwa aturan tersebut memiliki tujuan positif dari sisi kesehatan pemain. Terutama untuk menjaga keadilan dalam kondisi cuaca ekstrem yang dihadapi semua tim.
Update Terbaru
Cristiano Ronaldo Buka Suara soal Perjuangan di Piala Dunia Usai Portugal Menang: 'Pekan yang Kelam'
Rabu / 24-06-2026, 02:56 WIB
Prabowo Ungkap Penyebab Gaji Guru Kecil: Kebocoran Ekonomi Rp2.500 Triliun per Tahun
Rabu / 24-06-2026, 02:56 WIB
BIN Dipanggil Ikut Rapat soal Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa: Dampak Global Itu Luar Biasa
Rabu / 24-06-2026, 02:56 WIB
PDIP Singgung Nama Gibran Usai Mahasiswa UBK Akui Terima Rp20 Juta
Rabu / 24-06-2026, 02:56 WIB
Roy Suryo Tak Ditahan, Berpeluang Bebas Bepergian ke Luar Negeri
Rabu / 24-06-2026, 02:56 WIB
Cara Cek Jadwal Pencairan 3 Jenis Bansos yang Cair Juli 2026
Rabu / 24-06-2026, 02:54 WIB
Cara Cek Pencairan Dana Bansos Tambahan Rp26 Triliun untuk PKH 2026
Rabu / 24-06-2026, 02:50 WIB
4 Strategi Efektif Raih Cuan dari TikTok di Tahun 2026
Rabu / 24-06-2026, 02:49 WIB
Cara Cek Status Penerimaan 3 Jenis Bansos yang Disalurkan Akhir Juni 2026
Rabu / 24-06-2026, 02:49 WIB
Rekor 60 Tahun Tumbang! Cristiano Ronaldo Jadi Raja Gol Portugal di Piala Dunia
Rabu / 24-06-2026, 02:49 WIB
Cristiano Ronaldo Bawa Portugal Menang Telak, Target Juara Piala Dunia 2026
Rabu / 24-06-2026, 02:49 WIB
5 Aplikasi Penghasil Saldo DANA yang Terbukti dan Terpercaya
Rabu / 24-06-2026, 02:42 WIB
Lirik dan Makna Lagu Denok yang Viral di Sosial Media
Rabu / 24-06-2026, 02:42 WIB
Tesla Tabrak Pilar Mal di Pennsylvania, Pengemudi Klaim Mobil Melaju Sendiri
Rabu / 24-06-2026, 02:35 WIB






