Ukraina Luncurkan Sistem Pertahanan Rudal Eropa Freyja di Tengah Serangan Rusia
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengumumkan kesepakatan untuk sistem pertahanan rudal yang didukung Eropa bernama Freyja. Sistem ini dikembangkan sebagai alternatif dari sistem Patriot buatan Amerika Serikat.
Pengumuman tersebut disampaikan di tengah agresi militer Rusia yang terus berlanjut. Zelenskyy menekankan perlunya interceptor Amerika untuk musim dingin mendatang.
>>> Pertamina dan DJP Uji Coba Program Kepatuhan Kolaboratif
"Salah satu cara utama memperkuat posisi kolektif kita adalah paket rudal pertahanan udara musim dingin," ujar Zelenskyy.
Ia menargetkan pengadaan 100 rudal Patriot per bulan, total 300 rudal untuk musim dingin.
Proyek Freyja dan Dukungan Sekutu
Dalam pembicaraan dengan pemimpin sembilan negara, termasuk Inggris, Jerman, dan Prancis, Zelenskyy menegaskan bahwa proyek Freyja akan memanfaatkan pengalaman tempur Ukraina selama empat tahun terakhir.
Inggris akan berpartisipasi dalam pinjaman dukungan Uni Eropa senilai €90 miliar untuk Ukraina. Pinjaman ini akan memfasilitasi bantuan militer lebih lanjut.
Presiden Prancis Emmanuel Macron merinci rencana pengiriman 16 jet tempur Rafale ke Ukraina. Pengiriman pertama diharapkan antara tahun 2028-2029.
>>> Dukung Asta Cita, Pegadaian Raih Penghargaan Top Company in Bullion Bank Industry 2026
Macron juga mengonfirmasi bahwa Ukraina akan memperoleh unit pertahanan rudal SAMP/T generasi baru untuk meningkatkan kemampuannya.
Serangan Terbaru dan Sanksi
Dalam eskalasi terbaru, pasukan Rusia menargetkan Kyiv dengan serangan rudal dan drone. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan signifikan dan korban luka.
Kepala administrasi militer Kyiv melaporkan kebakaran di dua area penyimpanan. Sementara itu, serangan drone di kota Zaporizhzhia di tenggara melukai 11 orang.
Menanggapi ancaman siber yang meningkat, UE dan Inggris menjatuhkan sanksi terkoordinasi terhadap Rusia. Sanksi menargetkan individu dan entitas yang terkait dengan serangan siber di seluruh Eropa.
>>> Mata Jougan Boruto: Kekuatan Melihat Dimensi yang Misterius
Langkah ini mencakup sanksi terhadap sembilan individu dan empat entitas. Inggris menambahkan 24 nama ke dalam daftar hitamnya sebagai bagian dari upaya melawan agresi Rusia.
Update Terbaru
Samsung Pamerkan Galaxy Watch Bertenaga AI Sebelum Galaxy Unpacked 2026
Selasa / 14-07-2026, 13:24 WIB
9 Cara Mudah Membedakan Sepatu Lokal Asli vs Palsu, Jangan Sampai Tertipu!
Selasa / 14-07-2026, 13:23 WIB
BRI Wellness Experience 2026: Festival Kebugaran dan Mindfulness Premium di Jakarta
Selasa / 14-07-2026, 13:23 WIB
GIIAS 2026 Jadi Panggung Mobil Baru Asal China
Selasa / 14-07-2026, 13:21 WIB
5 Ciri Mobil Butuh Servis Rutin Meski Belum Mogok
Selasa / 14-07-2026, 13:21 WIB
Gaikindo Kritik Pemerintah yang Abaikan Insentif Mobil Hybrid
Selasa / 14-07-2026, 13:21 WIB
Pemesanan JETOUR T1 Tembus 800 Unit dalam Sebulan Berkat Harga Khusus
Selasa / 14-07-2026, 13:21 WIB
Pangsa Turun, Astra Masih Kuasai 51% Pasar Mobil Nasional
Selasa / 14-07-2026, 13:21 WIB
PTPP Raih Proyek Tower 4 ITS Senilai Rp151,9 Miliar
Selasa / 14-07-2026, 13:21 WIB
OJK: Penyalahgunaan AI Jadi Risiko Utama Sektor Keuangan
Selasa / 14-07-2026, 13:21 WIB
Mahfud MD: Hukuman Mati untuk Febrie Adriansyah Dimungkinkan Secara Yuridis
Selasa / 14-07-2026, 13:19 WIB
Ramalan Zodiak Cinta 14 Juli: Virgo Redam Ego, Taurus Beri Kejutan
Selasa / 14-07-2026, 13:18 WIB
Robot AI Jadi Model Catwalk, Netizen Sebut Mirip Zombi Berjalan
Selasa / 14-07-2026, 13:18 WIB
Matt Damon Ceritakan Penerbangan Demi Red Sox di World Series 2004
Selasa / 14-07-2026, 13:14 WIB







