Gaikindo Kritik Pemerintah yang Abaikan Insentif Mobil Hybrid
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) kembali mengkritik kebijakan pemerintah yang hanya memberikan insentif pada mobil listrik murni.
Menurut Gaikindo, kendaraan hybrid, plug-in hybrid (PHEV), dan range extender (REEV) juga layak mendapat dukungan fiskal.
>>> Pemesanan JETOUR T1 Tembus 800 Unit dalam Sebulan Berkat Harga Khusus
Vice Chairman Market Development Gaikindo Jongkie Sugiarto menyampaikan hal itu di Jakarta pada Selasa, 14 Juli 2026.
"Saya sudah bilang dari dulu yang mesti dikasih insentif itu listrik dan hybrid, plug-in hybrid maupun REEV," ujar Jongkie.
Alasan Mobil Hybrid Lebih Realistis
Mobil hybrid dinilai lebih irit bahan bakar dan menghasilkan emisi lebih rendah dibandingkan mobil bensin konvensional.
Selain itu, kendaraan ini tidak bergantung penuh pada infrastruktur pengisian daya yang belum merata di Indonesia.
Dari sisi harga, mobil hybrid lebih kompetitif karena baterainya lebih kecil dan ringan.
"Karena baterainya kecil. Yang (BEV) itu besar, bisa 700 kilogram sampai 800 kilogram.
>>> Pangsa Turun, Astra Masih Kuasai 51% Pasar Mobil Nasional
Padahal yang kecil ini bisa jalan 80 kilometer sampai 100 kilometer, sudah cukup lah," jelas Jongkie.
Dampak pada Industri Komponen Lokal
Gaikindo menyoroti nasib industri komponen dalam negeri jika transisi ke BEV dipaksakan tanpa fase hybrid.
Mobil hybrid masih menggunakan komponen mesin pembakaran internal (ICE), sehingga pabrik radiator, knalpot, dan filter tetap beroperasi.
"Di mobil BEV kan komponen itu tidak dipakai. Itu yang terjadi di Thailand.
Kita jangan sampai begitu," ucap Jongkie.
>>> PTPP Raih Proyek Tower 4 ITS Senilai Rp151,9 Miliar
Gaikindo berharap pemerintah memberikan insentif meski besarannya berbeda dengan mobil listrik murni, demi menjaga ekosistem otomotif nasional.
Update Terbaru
Manga Tsugumi Project Karya ippatu Diadaptasi Menjadi Anime TV
Selasa / 14-07-2026, 14:54 WIB
Flaming Dodgeball Girl Danko Umumkan Dua Pengisi Suara Baru
Selasa / 14-07-2026, 14:54 WIB
Gelombang Panas Prancis Mulai Mereda, Suhu Turun Mulai Rabu
Selasa / 14-07-2026, 14:53 WIB
DPR AS Akan Memilih Jadikan Waktu Musim Panas Permanen
Selasa / 14-07-2026, 14:49 WIB
Trump Yakin Mojtaba Khamenei 90 Persen Tewas, Pemimpin Iran Habis
Selasa / 14-07-2026, 14:49 WIB
Pembuat Teror Bom ke SD di Jaksel Ditetapkan Jadi Tersangka
Selasa / 14-07-2026, 14:48 WIB
Heat Dome Meluas ke Timur, Ancaman Suhu Ekstrem di AS
Selasa / 14-07-2026, 14:44 WIB
BI Sambut S&P Pertahankan Peringkat Utang RI di BBB, Kepercayaan Global Terjaga
Selasa / 14-07-2026, 14:44 WIB
Ditgakkum Korlantas Polri Turun Tangan Usut Kecelakaan Maut Indramayu
Selasa / 14-07-2026, 14:43 WIB
Spanyol vs Prancis: Semifinal Berat di Piala Dunia 2026
Selasa / 14-07-2026, 14:43 WIB
Merek Global Ubah Strategi Pemasaran Kreator, Tinggalkan Metrik Standar
Selasa / 14-07-2026, 14:42 WIB
AS Kembali Serang Iran dan Terapkan Blokade Selat Hormuz
Selasa / 14-07-2026, 14:42 WIB
KPK Rampungkan Penyidikan 3 Tersangka Kasus Haji Selain Yaqut
Selasa / 14-07-2026, 14:42 WIB
Marquez Pilih Merendah usai Dijagokan Juara MotoGP 2026
Selasa / 14-07-2026, 14:42 WIB







