Ukraina bersama sembilan negara sekutu, termasuk Inggris, Jerman, dan Prancis, mengumumkan inisiatif pertahanan rudal balistik bersama pada Senin (16/12).

Langkah ini diambil sebagai respons terhadap ancaman militer Rusia yang terus berlanjut.

>>> Krisis Air di AS Barat: Ancaman 'Kebangkrutan Air' Akibat Iklim dan Populasi

Pernyataan bersama disampaikan dalam pertemuan antara Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan para pemimpin negara peserta di Paris.

Koalisi menekankan perlunya strategi pertahanan yang terpadu.

"Tujuan kami adalah membangun kemampuan pertahanan rudal balistik bersama untuk Eropa," demikian pernyataan koalisi.

Selain inisiatif pertahanan, Inggris mengonfirmasi partisipasinya dalam pinjaman dukungan Uni Eropa senilai €90 miliar untuk Ukraina.

Dana tersebut akan memungkinkan perusahaan Inggris mengirimkan peralatan militer tambahan ke Ukraina.

Ini menandai langkah penting dalam kerja sama pasca-Brexit antara Inggris dan Uni Eropa.

>>> PUBG Mobile Hadirkan RP Bonus Pass dan Skin Kendaraan Baru 13 Juni 2026

Zelenskyy berada di Paris untuk mendorong penguatan pertahanan udara menjelang musim dingin.

Ia mendesak para pemimpin Eropa mengambil tindakan terhadap ancaman rudal yang telah berdampak besar pada Ukraina.

"Kami mengakui pengalaman unik Ukraina yang diperoleh melalui pertahanannya melawan perang agresi yang dilancarkan Rusia," demikian pernyataan bersama.

Koalisi juga mencakup Denmark, Italia, Belanda, Swedia, dan Spanyol.

Mereka mengakui meningkatnya ancaman rudal balistik yang semakin sulit dicegat dibandingkan jenis serangan udara lainnya.

Rincian program anti-rudal balistik masih belum ditentukan.

>>> Mainkan Ribuan Game Online Gratis Langsung dari Browser di Poki Games

Zelenskyy dijadwalkan bertemu dengan penasihat keamanan nasional dan perwakilan industri pertahanan untuk membahas potensi kerja sama.