Jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, nyaris roboh setelah dihantam truk pengangkut alat berat yang gagal melintas, Selasa (14/7).

Hingga pukul 07.30 WIB, truk pengangkut crane itu masih menyangkut di bawah JPO. Akibatnya, lalu lintas di sekitar lokasi mengalami kemacetan panjang.

>>> Ivan Barton Pimpin Prancis vs Spanyol di Semifinal Piala Dunia 2026

Berdasarkan pantauan, satu tiang penyangga JPO telah putus dari fondasinya di permukaan tanah. Tangga jembatan di sisi Jalan Tendean menuju arah Blok M juga terpisah dari jembatan penghubung.

JPO tersebut kini miring ke arah Blok M dan tidak dapat digunakan. Truk penabrak masih berada di bawahnya.

Evakuasi Menunggu Bina Marga

Petugas dari Dinas Perhubungan, kepolisian, Satpol PP, TNI, dan Dinas Bina Marga berjaga di lokasi. Mereka mengatur lalu lintas dan memantau kondisi jembatan.

Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Mujiyanto mengatakan lalu lintas di Jalan Tendean arah Blok M padat karena hanya satu lajur yang bisa dilalui.

Pengendara diimbau mencari jalur alternatif.

>>> Jarak Tempuh Bisa Jatuhkan Inggris di Semifinal, Prancis dan Argentina Diuntungkan

Mujiyanto menyebut proses evakuasi masih menunggu koordinasi dengan Dinas Bina Marga DKI Jakarta. "Nanti koordinasi Bina Marga karena JPO itu kan punya Bina Marga harus diapain dulu," ujarnya.

Kabagbinopsnal Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Robby Hefados juga mengimbau pengendara menghindari Jalan Kapten Tendean arah Blok M.

Jalur alternatif yang disarankan antara lain Jalan HR Rasuna Said, Gatot Subroto, Kemang Raya, dan Antasari.

BPBD Jakarta melaporkan kecelakaan terjadi dini hari pukul 00.30 WIB. Diduga sopir trukurang hati-hati dan tidak memperhitungkan tinggi muatan.

>>> China Modifikasi Jet Tempur J-16 dengan 'Mode Buas' untuk Patroli Jarak Jauh

BPBD juga menduga sopir sedang menggunakan ponsel saat melintas.