Gelandang timnas Afrika Selatan, Jayden Adams, meninggal dunia pada usia 25 tahun. Kabar duka ini dikonfirmasi oleh serikat pemain sepak bola Afrika Selatan pada Sabtu.

Adams baru saja berlaga di Piala Dunia 2026 bersama Bafana Bafana. Hingga saat ini, penyebab kematiannya belum diumumkan secara resmi.

>>> Pertarungan Ideologi di Primer Senat Michigan: El-Sayed vs Stevens

Serikat Pemain Sepak Bola Afrika Selatan (SAFPU) menyampaikan duka mendalam atas kepergian Adams. Mereka menyebut pemain Mamelodi Sundowns itu sebagai sosok yang membawa harapan bangsa di panggung dunia.

"Jayden baru saja mewakili Afrika Selatan di Piala Dunia FIFA, mengusung harapan bangsa dengan bangga, keberanian, dan kehormatan.

Kepergiannya adalah kehilangan besar bagi keluarga, rekan setim, klub, dan negara," demikian pernyataan SAFPU.

SAFPU juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Adams, Mamelodi Sundowns, Stellenbosch FC, dan semua yang mengenalnya.

"Sepak bola Afrika Selatan kehilangan pemain berbakat, pelayan sepak bola yang bangga, dan kehidupan muda yang masih memiliki banyak hal untuk diberikan," tambah mereka.

Adams tampil dalam tiga pertandingan Piala Dunia bulan lalu. Ia menjadi starter melawan Republik Ceko dan Meksiko, serta masuk sebagai pemain pengganti melawan Korea Selatan.

>>> Bison Serang dan Lukai Turis di Taman Nasional Yellowstone

Ia duduk di bangku cadangan saat Afrika Selatan tersingkir oleh Kanada pada 28 Juni.

Menteri Olahraga, Seni, dan Budaya Afrika Selatan, Gayton McKenzie, mengungkapkan bahwa ia sempat menghubungi Adams setelah nenek pemain tersebut meninggal dunia sebelum laga melawan Republik Ceko.

"Saya akan selamanya mengingat respons rendah hati dan penuh penghargaan yang ia berikan.

Bahwa ia memilih mengenakan jersey nasional dan memberikan segalanya untuk negaranya pada momen itu menunjukkan kedalaman karakter dan profesionalisme yang melampaui usianya," kata McKenzie.

Sebelum tampil di Piala Dunia, Adams membantu Mamelodi Sundowns meraih gelar CAF Champions League setelah pindah dari Stellenbosch FC.

>>> Wanita Paruh Baya Tantang Stereotip 'Tidak Terlihat' di Masyarakat

Ia sebelumnya mendedikasikan medali juaranya untuk mendiang rekan setimnya di Stellenbosch, Oshwin Andries, yang meninggal pada 2023.