Direktur Kreatif Warframe, Rebecca Ford, angkat bicara mengenai keputusan Bungie mengakhiri pengembangan aktif Destiny 2.

Ia menyebut kabar tersebut sebagai kehilangan bagi seluruh industri game, bukan kemenangan bagi kompetitor.

>>> Keluar OPEC, Produksi Minyak UEA Juni Tembus Rekor 4,1 Juta Barel

Pernyataan itu disampaikan Ford dalam wawancara dengan GamesRadar+ di TennoCon 2026. Ia menekankan bahwa situasi ini menunjukkan ketidakpastian yang dihadapi semua game live-service, terlepas dari popularitasnya.

Bungie sebelumnya mengonfirmasi bahwa Destiny 2 tidak akan menerima pembaruan konten besar lagi. Studio tersebut kini fokus mengembangkan game extraction shooter terbaru mereka, Marathon.

Refleksi Rebecca Ford tentang Masa Depan Destiny 2

Ford mengaku sedih dengan keputusan Bungie. Ia menegaskan bahwa setiap pengembang memahami betapa rapuhnya game yang berjalan lama.

"Ini kabar buruk, karena menunjukkan bahwa meskipun Anda sangat peduli, sisi bisnis industri ini selalu yang berakhir bicara," ujar Ford.

Ia menjelaskan bahwa pengembang menghabiskan bertahun-tahun membangun game dan komunitas, tetapi keputusan finansial dan korporat pada akhirnya menentukan kapan sebuah proyek berakhir.

Ford menambahkan, "Ini bukan pertama kalinya terjadi, dan akan terjadi lagi... aspek bisnis dari ekonomi video game yang membuat keputusan untuk Anda."

>>> Pengisi Suara Roman Bellic di GTA 4 Ingin Remaster, Bingung Rockstar Tak Kunjung Rilis

Ia juga mengakui bahwa kemungkinan kehilangan kendali atas masa depan game adalah hal yang sering ia pikirkan.

"Gagasan bahwa kami tidak memegang kendali atas perpisahan kami sendiri adalah sesuatu yang saya pikirkan setiap hari," kata Ford.

Meskipun Warframe terus menerima ekspansi besar dan pembaruan cerita lebih dari satu dekade setelah rilis, Ford menegaskan bahwa Digital Extremes tidak merayakan tantangan yang dihadapi salah satu pesaing terbesarnya.

Sebaliknya, komentarnya mencerminkan kekhawatiran yang lebih luas di industri game.

Penutupan studio, PHK, pembatalan proyek, dan restrukturisasi penerbit semakin umum terjadi. Bahkan game live-service yang sangat sukses tidak lagi dijamin mendapat dukungan jangka panjang jika prioritas bisnis berubah.

Bungie telah memastikan bahwa Destiny 2 masih bisa dimainkan, tetapi era ekspansi besarnya telah berakhir. Sumber daya studio kini dialihkan ke Marathon.

>>> Clair Obscur: Expedition 33 Abaikan Peringatan Soal Sistem Pertarungan Hybrid

Pernyataan Ford menjadi pengingat bahwa masa depan game live-service tidak hanya bergantung pada keterlibatan pemain, tetapi juga pada keputusan bisnis yang sering kali di luar kendali pengembang.