Produksi minyak mentah Uni Emirat Arab (UEA) menembus rekor tertinggi sepanjang masa pada Juni 2026.

Berdasarkan laporan Badan Energi Internasional (IEA), UEA memompa rata-rata 4,1 juta barel per hari (bph) sepanjang Juni.

>>> Pengisi Suara Roman Bellic di GTA 4 Ingin Remaster, Bingung Rockstar Tak Kunjung Rilis

Angka itu melampaui rekor sebelumnya, yakni 4 juta bph yang dicapai selama perang harga minyak antara Arab Saudi dan Rusia pada 2020.

Peningkatan produksi ini terjadi setelah UEA keluar dari Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak Bumi (OPEC) pada akhir April 2026.

Langkah tersebut memungkinkan Abu Dhabi menjalankan rencana ekspansi produksi tanpa batasan kuota OPEC.

UEA berupaya memulihkan pasokan yang terganggu akibat perang Iran dengan Amerika Serikat dan Israel sejak akhir Februari 2026.

Abu Dhabi mengerahkan armada kapal tanker sendiri dan menyewa kapal tambahan, termasuk dari Sinokor Group yang berbasis di Korea Selatan.

Beberapa kapal dilaporkan berlayar dengan transponder Sistem Identifikasi Otomatis (AIS) dimatikan untuk menyulitkan pelacakan.

Sebagian besar pemulihan produksi terjadi sebelum serangan terhadap kapal komersial di Selat Hormuz kembali memanas pekan ini.

Sementara itu, pemulihan pasokan sempat didukung rencana diskusi damai antara AS dan Iran.

>>> Clair Obscur: Expedition 33 Abaikan Peringatan Soal Sistem Pertarungan Hybrid

Namun, ketegangan kembali meningkat setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan gencatan senjata secara efektif berakhir.

Pasukan AS membidik situs-situs di Iran selama dua hari berturut-turut, sementara Teheran melancarkan serangan terhadap Bahrain dan Kuwait.

Kontrak berjangka minyak mentah Brent sempat melonjak di atas US$80 per barel awal pekan, lalu kembali ke kisaran US$76 pada Jumat (10/7).

Produsen minyak utama lain di kawasan Teluk juga mencatat kenaikan produksi pada Juni, meski masih di bawah level sebelum konflik.

Arab Saudi memproduksi 7,3 juta bph, naik sekitar 900 ribu bph dari Mei.

Produksi Kuwait naik menjadi 1,4 juta bph, dan Irak meningkat menjadi 2 juta bph.

Meskipun produksi dan ekspor minyak mentah pulih, operasional kilang minyak di Teluk berjalan lebih lambat.

>>> White Sox Pilih Roch Cholowsky di Posisi Pertama MLB Draft 2026

IEA menyatakan ekspor produk minyak bumi sulingan tetap berada di bawah setengah dari level sebelum perang.