Mantan Bos PlayStation: Biaya Tinggi Kurangi Keberagaman Game

Shawn Layden, mantan presiden Sony Interactive Entertainment America, mengkritik industri game saat ini yang dinilai kehilangan keberagaman. Menurutnya, biaya produksi yang semakin mahal menjadi penyebab utama.
Dalam wawancara dengan PSI, Layden mengaku kecewa melihat banyak game yang serupa.
>>> Kebijakan Hilirisasi Industri 2026: Dampak ke Ekspor dan Investasi Nasional
"Saya melihat banyak game bertema zombie apocalypse, space marines, atau ksatria abad pertengahan dengan pedang besar," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa game-game unik seperti PaRappa the Rapper atau Katamari Damacy sulit ditemukan saat ini. "Kita kehilangan banyak variasi.
Yang ada hanya looter shooter, hero shooter, extraction shooter. Shooter, shooter, shooter," keluhnya.
Biaya Produksi yang Membengkak
Layden menjelaskan bahwa biaya produksi game AAA kini bisa mencapai ratusan juta dolar.
>>> AS Perintahkan Anthropic Batasi Akses Model AI untuk WNA, Picu Fragmentasi Global
"Jika dulu kita bisa membuat game dengan $5-6 juta, sekarang setiap lemparan dadu bernilai tiga digit juta dolar," katanya.
Akibatnya, toleransi risiko menjadi sangat rendah. Pengembang kesulitan mendapatkan dana untuk proyek baru kecuali itu sekuel atau IP yang sudah mapan.
"Tak ada yang mau mendanai unicorn ballet in space," ujar Layden.
Ia menekankan bahwa selama game dinilai semata-mata dari proyeksi pendapatan, toleransi risiko akan tetap nol. Hal ini menghambat lahirnya game-game inovatif.
>>> Keributan Penonton dengan Satpam Warnai Konser Jay-Z di Yankee Stadium
Meski demikian, masih ada game unik yang sukses, seperti Clair Obscur: Expedition 33 dan Balatro. Layden berharap industri kembali memberikan ruang bagi game-game aneh dan indah.
Update Terbaru
Mladenovic dan Guo Juara Ganda Putri Wimbledon 2026
Senin / 13-07-2026, 02:49 WIB
Sinner Pertahankan Gelar Wimbledon, Noskova Juara Tunggal Putri
Senin / 13-07-2026, 02:49 WIB
Jannik Sinner Pertahankan Gelar Wimbledon Usai Kalahkan Alexander Zverev
Senin / 13-07-2026, 02:49 WIB
Senator Lindsey Graham Meninggal Dunia, Ucapan Belasungkawa Mengalir
Senin / 13-07-2026, 02:49 WIB
Dothan Resmikan Kompleks Pickleball Senilai Rp104 Miliar untuk Dorong Wisata Olahraga
Senin / 13-07-2026, 02:47 WIB
Alexander Zverev Tembus Final Wimbledon Dukung Keluarga dan Masa Lalu
Senin / 13-07-2026, 02:47 WIB
Seattle Reign FC Jamu Portland Thorns FC di Lumen Field
Senin / 13-07-2026, 02:47 WIB
Manga Crossover Code Geass dan Gundam Wing Resmi Diluncurkan
Senin / 13-07-2026, 02:42 WIB
Harga Emas Antam Hari Ini 12 Juli 2026 Stabil di Tengah Ketidakpastian Global
Senin / 13-07-2026, 02:42 WIB
Tren Industri Halal Indonesia 2026: Potensi dan Peluang Ekspor
Senin / 13-07-2026, 02:42 WIB
Prez Don-Jesus WashingChrist Dituduh Membom Sejarah
Senin / 13-07-2026, 02:39 WIB
Kecelakaan Tiga Kendaraan di Indramayu Tewaskan 10 Orang
Senin / 13-07-2026, 02:39 WIB
Senator Lindsey Graham Meninggal Mendadak, Sempat Aktif Berkegiatan
Senin / 13-07-2026, 02:39 WIB
Tan Kian, Pemilik Pacific Place, Kembali Terseret Kasus Asabri
Senin / 13-07-2026, 02:27 WIB







