Senator Lindsey Graham (R-SC) meninggal dunia pada Sabtu malam akibat penyakit singkat dan mendadak, menurut timnya.

Kepergiannya mengejutkan banyak pihak, terutama karena ia dikenal sebagai salah satu senator paling aktif.

>>> Tan Kian, Pemilik Pacific Place, Kembali Terseret Kasus Asabri

Kurang dari sebulan sebelum meninggal, tim TMZ DC bertemu langsung dengan Graham.

Dalam kesempatan itu, ia terlihat menaiki beberapa anak tangga sambil berbincang santai tentang Freedom 250, pertarungan UFC di halaman Gedung Putih.

Graham juga seorang pegolf avid. Ia rutin bermain golf bersama Presiden Donald Trump, termasuk beberapa kali dalam sepekan pada 2017.

Beberapa pekan sebelum wafat, Graham memenangkan pemilihan primer Senat di South Carolina dan melakukan sejumlah kampanye di negara bagian tersebut.

>>> Roy Suryo Cabut Kuasa dari TAAKAA, Kecewa dengan Pernyataan Ahmad Khozinudin

Jadwal padat itu dianggap cukup melelahkan bagi seorang politikus.

Di Senat, Graham tetap aktif. Pada 23 Juni, ia memperkenalkan RUU yang menetapkan 15 Juli sebagai "Hari Kesadaran Glioblastoma".

TMZ DC memperoleh foto Graham saat digotong keluar rumahnya dengan tandu. Rekaman 911 mengindikasikan ia mengalami nyeri dada sebelum meninggal.

Presiden Trump, mantan Presiden Joe Biden, dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy termasuk yang memberikan penghormatan setelah kepergiannya.

>>> Mahfud MD Tagih Janji Prabowo Berantas Mafia Hukum

Graham menjabat di Senat sejak 2003 hingga 2026, setelah delapan tahun di DPR AS. Ia meninggal pada usia 71 tahun.