Jannik Sinner berhasil mempertahankan gelar juara Wimbledon setelah mengalahkan Alexander Zverev dalam pertandingan final yang berlangsung sengit di All England Club.

Petenis nomor satu dunia itu menang dengan skor 6-7 (7), 7-6 (2), 6-3, 6-4 dalam waktu 3 jam 46 menit.

>>> Senator Lindsey Graham Meninggal Dunia, Ucapan Belasungkawa Mengalir

Kemenangan ini menjadi gelar grand slam kelima bagi Sinner yang kini berusia 24 tahun. Ia memiliki rekor 5-2 di final turnamen besar.

Sinner datang ke Wimbledon setelah menjalani rentetan luar biasa di ATP Tour, dengan tujuh gelar turnamen tiga set berturut-turut dan 39 kemenangan beruntun.

Keberhasilan ini terjadi hanya sebulan setelah ia tersingkir di babak kedua Prancis Terbuka oleh Juan Manuel Cerúndolo.

Zverev memasuki final dengan momentum positif setelah memenangkan grand slam pertamanya di Roland Garros bulan lalu.

Namun, ia memiliki rekor buruk melawan Sinner dengan sembilan kekalahan beruntun dan 14 set tanpa kemenangan.

Pada set pertama, Zverev tampil percaya diri dengan strategi ofensif dan memenangkan tie-break 8-7 setelah pukulan forehand menyilang.

>>> Dothan Resmikan Kompleks Pickleball Senilai Rp104 Miliar untuk Dorong Wisata Olahraga

Set kedua berlangsung ketat dengan dominasi servis hingga Zverev melakukan dua kesalahan forehand beruntun di awal tie-break. Sinner memanfaatkannya untuk merebut set kedua dan menyamakan kedudukan.

Zverev rata-rata melakukan servis pertama 132 mph dengan akurasi 76 persen, dan servis kedua 114 mph. Break pertama terjadi setelah dua setengah jam pada game ketujuh set ketiga.

Dalam posisi 3-4 dan unggul 40-30, Zverev melakukan double fault dan kesalahan forehand beruntun yang membuat Sinner memecahkan servisnya.

Sinner mempertahankan keunggulan hingga menutup set ketiga.

Pada set keempat, Sinner menghadapi tekanan saat tertinggal 15-30 dalam kedudukan 1-2 di tengah angin kencang. Ia menunjukkan ketangguhan mental dengan tiga servis winner beruntun untuk mempertahankan servisnya.

>>> Alexander Zverev Tembus Final Wimbledon Dukung Keluarga dan Masa Lalu

Kemenangan ini memperkuat posisi Sinner di puncak tenis pria, sekaligus mengulangi pencapaiannya bangkit dari kegagalan di turnamen besar sebelumnya.