Argentina berhasil melangkah ke final Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Inggris 2-1 di semifinal. Lionel Scaloni menilai kemenangan ini terjadi karena kesalahan fatal taktik pelatih Inggris, Thomas Tuchel.

Menurut Scaloni, keputusan Tuchel untuk mempertahankan keunggulan tipis justru menjadi celah yang dimanfaatkan Argentina. Strategi pasif Inggris di babak kedua memberi keleluasaan bagi Albiceleste untuk membalikkan keadaan.

>>> Andre Rosiade Curiga Promosi ke Super League Sudah Diatur, Minta Championship Berjalan Adil

"Tim ini bermain terbaik saat menghadapi kesulitan," kata Scaloni setelah pertandingan, dikutip dari ESPN. "Lawan sedikit ragu, kami mencium bau kemenangan, dan kami langsung menyerang."

Pertandingan berjalan ketat sejak awal. Inggris sempat unggul lewat gol Anthony Gordon pada menit ke-55.

Namun, Enzo Fernandez menyamakan kedudukan pada menit ke-85, sebelum Lautaro Martinez mencetak gol kemenangan di masa injury time.

Scaloni memuji daya juang timnya yang kini bersiap menghadapi Spanyol di final. "Ini adalah kebahagiaan luar biasa bagi negara dan rakyat kami," ujarnya.

>>> Prabowo Resmikan Groundbreaking Proyek Gas Abadi Masela

"Kami akan mengerahkan segalanya di laga final."

Ia menegaskan bahwa komitmen pemain lebih berharga daripada hasil akhir.

"Kami akan tetap merasa puas meskipun kalah, karena kami telah mengerahkan segalanya dan menciptakan enam atau tujuh peluang mencetak gol," kata Scaloni.

Kemenangan ini menambah catatan sejarah Argentina dalam mengalahkan Inggris di turnamen besar, setelah Piala Dunia 1986 dan 1998.

>>> Mitsubishi Xforce Hybrid Resmi Dijual Rp445 Juta

Namun, Scaloni enggan membandingkan pertandingan ini dengan laga era Diego Maradona. Fokusnya kini sepenuhnya pada partai puncak.