Thomas Tuchel menjadi sasaran kritik setelah timnas Inggris gagal melaju ke final Piala Dunia 2026. Argentina berhasil membalikkan keadaan dan menang 2-1 di semifinal.

Inggris unggul lebih dulu lewat gol Anthony Gordon pada menit ke-55. Namun, Argentina membalas melalui Enzo Fernandez (85') dan Lautaro Martinez (90+2').

>>> Komdigi: 6,8 Juta Nomor HP Registrasi Biometrik Rekam Wajah

Kritik tajam dialamatkan kepada Tuchel karena pendekatan taktik yang dianggap terlalu negatif setelah unggul. Alih-alih mencari gol tambahan, ia memilih bermain bertahan.

Strategi parkir bus diterapkan meski waktu pertandingan masih panjang. Gordon ditarik keluar pada menit ke-72 dan digantikan bek Ezri Konsa, membuat Inggris bermain dengan lima bek.

Pada menit ke-82, Reece James dan Declan Rice digantikan oleh Dan Burn serta Nico O'Reilly, keduanya juga bek.

Inggris semakin menumpuk pemain di area pertahanan.

>>> Diduga Ulah Mafia Tanah, Lahan Mbah Lanjar Beralih Nama Sejak 2010

Taktik ini justru dimanfaatkan Argentina. Masuknya Lautaro Martinez pada menit ke-81 membuat tekanan semakin intens.

Kelengahan pemain Inggris saat mengawal Fernandez dalam situasi sepak pojok membuat pemain Chelsea itu leluasa mencetak gol. Kemudian, umpan silang Messi disundul Martinez untuk gol kemenangan.

Data Fotmob menunjukkan penguasaan bola Inggris turun drastis.

>>> Taktik Parkir Bus Kepagian: Blunder Fatal Thomas Tuchel yang Hancurkan Mimpi Timnas Inggris di Tangan Argentina pada Piala Dunia 2026

Di babak pertama, Inggris menguasai 45 persen, lalu turun menjadi hanya 28 persen di babak kedua, berbanding 72 persen milik Argentina.