Seorang aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Nias, Apriaman Lase, ditemukan tewas setelah jatuh dari lantai 12 sebuah apartemen di Medan, Sumatera Utara, pekan ini.

Korban berada di Medan untuk mengambil Surat Keputusan (SK) pengangkatan sebagai ASN. Ia menginap di Apartemen Skyview lantai 12.

>>> Jadwal Perebutan Peringkat 3 Piala Dunia 2026: Prancis vs Inggris

Polisi menduga korban melompat karena diperas dan didesak bunuh diri oleh dua perempuan yang dipesannya melalui aplikasi kencan Michat.

Kedua perempuan itu telah ditetapkan sebagai tersangka.

Kronologi Pemerasan

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Adrian Risky Lubis, mengungkapkan korban memesan jasa wanita Open BO dari Michat dan terhubung dengan FR.

FR datang ke apartemen sekitar pukul 04.20 WIB dengan membawa temannya JS.

Korban membawa FR dan JS ke kamar.

Di sana, korban kaget karena wajah FR berbeda dengan foto di aplikasi, sehingga ia memilih berhubungan badan dengan JS.

FR kemudian meminta uang pembatalan sebesar Rp400.000. Korban mentransfer uang tersebut.

>>> Balita Korban Penganiayaan Ibu Tiri di Bekasi Meninggal Dunia

JS lalu mengatakan biaya hubungan badan Rp850.000, dan korban kembali mentransfer ke rekening yang diberikan FR.

Setelah itu, FR keluar kamar dan menunggu di depan pintu. JS melakukan hubungan seksual dengan korban.

Korban merasa tidak puas dan meminta servis tambahan. Setelah selesai, JS memanggil FR ke depan kamar.

Kedua perempuan itu diduga memeras korban dengan meminta uang tambahan Rp4.500.000. Korban menolak, tetapi mereka terus memaksa dan meminta korban menunjukkan saldo ponselnya.

Merasa terdesak, korban berjalan ke balkon dan mengancam akan melompat. Ia berkata, "Kalau terus minta uang tambahan nanti aku loncat ini."

FR menjawab, "Yaudah loncat kalau berani."

Korban akhirnya jatuh dari lantai 12. Kedua tersangka diduga menyaksikan kejadian itu, lalu meninggalkan apartemen.

>>> Purbaya Dapat Kode dari BI: Jangan Ikut Campur Kebijakan Moneter!

Peristiwa terjadi pada Jumat (10/7). Korban baru beberapa hari di Medan untuk mengambil SK pengangkatannya sebagai ASN BPN.