Diinterupsi Orasi Papua di Kuliah Umum USU, Andi Amran Sulaiman Malah Ajak Mahasiswa Dialog: Kalian Harapan Bangsa
Ukuran Teks
Diinterupsi Orasi Papua di Kuliah Umum USU, Andi Amran Sulaiman Malah Ajak Mahasiswa Dialog: "Kalian Harapan Bangsa"
Suasana khidmat di Auditorium Universitas Sumatera Utara (USU), Medan, mendadak berubah tegang pada Rabu (15/7/2026). Di tengah sesi Kuliah Umum bertajuk "Inovasi dan Kolaborasi Generasi Muda Menuju Swasembada Pangan", dua orang mahasiswa nekat menerobos masuk ke dalam ruangan. Sambil membawa megafon, mereka menyuarakan orasi keras yang menyinggung situasi di Papua, menguji kedewasaan demokrasi di ruang akademik.
Namun, alih-alih merespons dengan kemarahan atau memerintahkan keamanan untuk menyeret mereka keluar, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman justru menampilkan sikap yang tak terduga. Ia meminta ajudannya untuk mengundang kedua mahasiswa tersebut naik ke atas panggung. Momen ini pun berubah dari potensi kericuhan menjadi ruang dialog yang sarat akan makna, emosional, dan pelajaran berharga tentang arti kritik yang konstruktif.
Awal yang Tegang: Teriakan "Merdeka!" di Tengah Kuliah Umum
Berdasarkan pantauan di lokasi, acara yang dihadiri oleh ratusan mahasiswa, jajaran pimpinan kampus, hingga unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) tersebut tengah berjalan lancar. Andi Amran Sulaiman tengah memaparkan visi strategis ketahanan pangan Indonesia ketika tiba-tiba suara lantang memecah keheningan auditorium.
"Merdeka! Hidup rakyat Indonesia! Hidup pendapatan rakyat Indonesia!" seru kedua mahasiswa tersebut dengan nada tinggi.
Tak berhenti di situ, salah seorang dari mereka melanjutkan orasinya dengan nada yang penuh penekanan emosional, menyoroti isu sensitif di tanah Papua. "Tolong jangan bohongi diri kami, Pak. Papua Selatan tanah kosong! Papua bukan tanah kosong! Papua tanah damai! Proyek negara kapitalis yang akan membabat negara masyarakat rakyatnya. Stop! Tolong jangan serang kami! Kami masyarakat sipil!" teriaknya, menggema di seluruh penjuru ruangan.
Reaksi audiens pun terbelah. Sebagian peserta yang merasa terganggu langsung meneriakkan "turun!" kepada kedua mahasiswa tersebut. Suasana auditorium yang awalnya akademis mendadak terasa panas, menyimpan potensi eskalasi yang bisa saja merusak keseluruhan agenda kegiatan.
Editor: Hasyim Wijaya
Update Terbaru
Durasi Film Resident Evil Bocor, Penggemar Sebut 'Sempurna'
Kamis / 16-07-2026, 19:57 WIB
Kelompok Hak Digital Kecam Langkah Sony Hentikan Penjualan Game Fisik PlayStation
Kamis / 16-07-2026, 19:57 WIB
Epic Games Matikan Server Fortnite untuk Patch 41.20
Kamis / 16-07-2026, 19:56 WIB
Hasil Piala AFF Wanita: Sempat Unggul, Indonesia Ditahan Kamboja
Kamis / 16-07-2026, 19:52 WIB
Transfer Uang ke Luar Negeri Pakai BRImo, Cashback Hingga Rp50 Ribu
Kamis / 16-07-2026, 19:52 WIB
Bahlil Peringatkan KKN di Proyek LNG Masela Rp390 Triliun
Kamis / 16-07-2026, 19:52 WIB
Spanduk Malvinas Bikin Argentina Terancam Sanksi FIFA, Investigasi Segera Dilakukan
Kamis / 16-07-2026, 19:50 WIB
Aviora Aesthetic Clinic Buka Klinik Baru di BSD, Perluas Akses Layanan Estetika
Kamis / 16-07-2026, 19:50 WIB
Messi Beberkan Rahasia Spanyol, Pengalaman di Barcelona Jadi Modal Argentina di Final Piala Dunia 2026
Kamis / 16-07-2026, 19:49 WIB
Realme dan OnePlus Beralih ke ColorOS 17, Tinggalkan Realme UI dan OxygenOS
Kamis / 16-07-2026, 19:49 WIB
Dukung Comeback Kim Soo Hyun Usai Skandal, Aksi Jung Hae In Picu Perdebatan
Kamis / 16-07-2026, 19:49 WIB
BAIC T1 Baru Dirakit Lokal pada 2027, Ini Alasannya
Kamis / 16-07-2026, 19:49 WIB
Spanyol vs Argentina: Siapa Juara Kecepatan Internet?
Kamis / 16-07-2026, 19:49 WIB







