Refleksi: Kritik Konstruktif, Bukan Narasi Pemecah Belah

Usai peristiwa tersebut, Andi Amran Sulaiman menegaskan kepada awak media bahwa ia sama sekali tidak mempermasalahkan aksi interupsi yang terjadi. Baginya, kritik dari mahasiswa adalah hal yang sangat wajar, bahkan diperlukan, selama disampaikan secara konstruktif dan didasarkan pada fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.
 
"Itu (aksi) sangat bagus. Kenapa? Karena kalau mau berhasil, mau sukses, harus mendapatkan tekanan lebih. Yang penting konstruktif. Kita harus mendengarkan aspirasi," ujar Amran.
 
Namun, ia juga memberikan peringatan tegas agar budaya kritik ini tidak disalahartikan. Amran mengingatkan agar kritik tidak berubah menjadi fitnah atau narasi yang sengaja dibuat untuk memecah belah persatuan bangsa.
 
"Kita butuh kritikan, tapi yang konstruktif. Jangan fitnah. Jangan membuat narasi yang ingin menjatuhkan atau merusak tatanan negara kita. Kita ini harus berjuang bersama," pungkasnya.
 

Epilog: Ketika Ruang Kuliah Berubah Menjadi Ruang Demokrasi

Insiden di Universitas Sumatera Utara ini seharusnya menjadi catatan penting bagi seluruh pemangku kepentingan di Indonesia. Peristiwa ini membuktikan bahwa ruang akademik masih menjadi benteng terakhir di mana perbedaan pendapat dapat disalurkan tanpa harus berakhir pada kekerasan atau perpecahan.
 
Keberanian mahasiswa menyuarakan isi hatinya, yang dipadukan dengan kedewasaan seorang pejabat publik dalam menerima kritik dan menjawabnya dengan data, adalah potret ideal dari demokrasi deliberatif. Air mata yang tumpah di akhir dialog bukan tanda kekalahan, melainkan tanda adanya pemahaman baru yang tumbuh dari keterbukaan dan saling menghargai.
 
Kuliah Umum yang sempat diwarnai ketegangan ini akhirnya ditutup sesuai agenda yang telah dijadwalkan, namun meninggalkan jejak yang jauh lebih dalam daripada sekadar materi tentang swasembada pangan. Ia meninggalkan pelajaran tentang kemanusiaan, dialog, dan harapan bahwa generasi muda dan pemerintah masih bisa duduk bersama, saling mendengarkan, dan melangkah maju untuk Indonesia yang lebih baik.