Diinterupsi Orasi Papua di Kuliah Umum USU, Andi Amran Sulaiman Malah Ajak Mahasiswa Dialog: Kalian Harapan Bangsa
Ukuran Teks
Refleksi: Kritik Konstruktif, Bukan Narasi Pemecah Belah
Usai peristiwa tersebut, Andi Amran Sulaiman menegaskan kepada awak media bahwa ia sama sekali tidak mempermasalahkan aksi interupsi yang terjadi. Baginya, kritik dari mahasiswa adalah hal yang sangat wajar, bahkan diperlukan, selama disampaikan secara konstruktif dan didasarkan pada fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.
"Itu (aksi) sangat bagus. Kenapa? Karena kalau mau berhasil, mau sukses, harus mendapatkan tekanan lebih. Yang penting konstruktif. Kita harus mendengarkan aspirasi," ujar Amran.
Namun, ia juga memberikan peringatan tegas agar budaya kritik ini tidak disalahartikan. Amran mengingatkan agar kritik tidak berubah menjadi fitnah atau narasi yang sengaja dibuat untuk memecah belah persatuan bangsa.
"Kita butuh kritikan, tapi yang konstruktif. Jangan fitnah. Jangan membuat narasi yang ingin menjatuhkan atau merusak tatanan negara kita. Kita ini harus berjuang bersama," pungkasnya.
Epilog: Ketika Ruang Kuliah Berubah Menjadi Ruang Demokrasi
Insiden di Universitas Sumatera Utara ini seharusnya menjadi catatan penting bagi seluruh pemangku kepentingan di Indonesia. Peristiwa ini membuktikan bahwa ruang akademik masih menjadi benteng terakhir di mana perbedaan pendapat dapat disalurkan tanpa harus berakhir pada kekerasan atau perpecahan.
Keberanian mahasiswa menyuarakan isi hatinya, yang dipadukan dengan kedewasaan seorang pejabat publik dalam menerima kritik dan menjawabnya dengan data, adalah potret ideal dari demokrasi deliberatif. Air mata yang tumpah di akhir dialog bukan tanda kekalahan, melainkan tanda adanya pemahaman baru yang tumbuh dari keterbukaan dan saling menghargai.
Kuliah Umum yang sempat diwarnai ketegangan ini akhirnya ditutup sesuai agenda yang telah dijadwalkan, namun meninggalkan jejak yang jauh lebih dalam daripada sekadar materi tentang swasembada pangan. Ia meninggalkan pelajaran tentang kemanusiaan, dialog, dan harapan bahwa generasi muda dan pemerintah masih bisa duduk bersama, saling mendengarkan, dan melangkah maju untuk Indonesia yang lebih baik.
Editor: Hasyim Wijaya
Update Terbaru
Julia Garner dan Mark Foster Berpisah Setelah Enam Tahun Menikah
Kamis / 16-07-2026, 21:00 WIB
Pertamina Patra Niaga: Pengguna Pertalite Melonjak 80 Persen
Kamis / 16-07-2026, 21:00 WIB
Pansus 18 DPRD Bandung Dorong Penguatan Bank Bandung Lewat Regulasi
Kamis / 16-07-2026, 21:00 WIB
Roy Suryo Dilaporkan Ketum Gibranisti ke Polisi Terkait Gelar S3 di UNJ
Kamis / 16-07-2026, 21:00 WIB
TNI Tutup Lokasi Ledakan Gudang Amunisi di Madiun
Kamis / 16-07-2026, 21:00 WIB
Nonton Film Takkan Kubiarkan Kau Menangis (2026) di Bioskop Bukan LK21: Ketika Rumah Bukan Lagi Tempat Pulang
Kamis / 16-07-2026, 21:00 WIB
Adam Lambert Ungkap Keuntungan Finansial Besar dari Tur Bersama Queen
Kamis / 16-07-2026, 20:57 WIB
Kai Trump Beri Kabar Terbaru soal Pemulihan Kanker Payudara Vanessa Trump
Kamis / 16-07-2026, 20:57 WIB
Kebakaran Thorn Hanguskan 750 Hektare, Tutup Interstate 8
Kamis / 16-07-2026, 20:56 WIB
Meteorit di New Jersey Bawa Ratusan Asam Amino Luar Angkasa
Kamis / 16-07-2026, 20:56 WIB
Atletico Madrid Sumbang 9 Pemain di Final Piala Dunia 2026, Kalahkan Barcelona
Kamis / 16-07-2026, 20:56 WIB
BPH Migas Temukan Anomali QR Code Pembelian BBM Subsidi
Kamis / 16-07-2026, 20:56 WIB
Mensos: Opini WTP dari BPK Momentum Jaga Kepercayaan Rakyat
Kamis / 16-07-2026, 20:56 WIB
Klasemen SEA V Cup usai Indonesia Hajar Kamboja: Kuasai Puncak
Kamis / 16-07-2026, 20:52 WIB







