Selain itu, 78 persen pengguna aplikasi kencan mengaku mengalami swipe burnout, yakni kelelahan akibat terus menggunakan aplikasi tanpa mendapatkan hubungan yang memuaskan.

Peneliti menilai ada beberapa faktor yang mendorong perubahan tersebut, mulai dari generasi muda yang lebih lama tinggal bersama orang tua, lebih jarang berpesta, hingga semakin menginginkan hubungan yang serius dan bermakna dibanding sekadar hubungan kasual.

Meski begitu, Bozza mengingatkan bahwa berhenti berkencan sebaiknya dijadikan waktu untuk memulihkan diri, bukan keputusan permanen hingga tidak ingin memiliki pasangan atau menikah.

"Ada perbedaan antara berkata, 'Saya butuh istirahat karena sudah kelelahan,' dengan berkata, 'Saya selesai dengan laki-laki untuk selamanya.'

>>> Hasil SEA V Cup: Indonesia Gebuk Filipina 3-0, Lolos ke Semifinal

Yang pertama adalah bentuk menghargai diri sendiri, sedangkan yang kedua bisa berubah menjadi bentuk menghindar," tutupnya.