Para peneliti dari Universitas Kyushu dan Universitas Nagoya berhasil mengungkap misteri struktur roda kereta raksasa di tempat pembibitan bintang.

Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal The Astrophysical Journal Letters pada 18 Maret.

>>> Penyimpanan Google Drive Tetap Penuh Setelah Hapus File? Ini Solusinya

Struktur unik tersebut dikenal sebagai Sistem Pusat-Filamen (HFS). Di dalamnya, gas panjang memancar menuju bagian pusat yang padat.

Tim peneliti menggunakan superkomputer ATERUI III untuk membangun simulasi 3D awan molekuler virtual. Awan ini dialiri medan magnet dan dihantam gelombang kejut antarbintang.

Hasil simulasi menunjukkan bahwa benturan antara gelombang kejut dan medan magnet yang melengkung menciptakan guncangan miring.

Proses ini memperkuat bagian medan magnet tertentu dan membuka jalur utama bagi gas untuk mengalir ke pusat.

Seiring waktu, saluran tersebut menyalurkan materi menjadi filamen memanjang yang membentang ke arah pusat. Bentuk ini menyerupai ruji roda kereta raksasa.

>>> Intel Luncurkan Prosesor Xeon 6 Plus di Computex 2026 Taiwan

Shingo Nozaki, penulis utama studi, menjelaskan bahwa bintang lahir di dalam awan molekuler.

Namun, mereka hanya terbentuk di bagian terdingin dan tumpat di mana gas dapat runtuh akibat gravitasinya sendiri.

Simulasi juga membuktikan bahwa gas padat mengalir di sepanjang filamen dan bergerak semakin cepat saat mendekati pusat. Sementara itu, material berdensitas rendah cenderung diam.

Perilaku materi ini menjelaskan mengapa hanya sebagian kecil gas di awan molekuler yang akhirnya berkembang menjadi bintang.

>>> Intel Luncurkan Xeon 6 Plus untuk Penuhi Lonjakan Data Center

Penemuan ini menunjukkan adanya siklus kosmik antara kehancuran bintang tua dan penciptaan bintang baru.