Setiap hari, lebih dari 10 ton debu kosmik dan pecahan batuan kecil memasuki atmosfer Bumi. Sebagian besar material ini terbakar habis, menciptakan kilatan cahaya singkat di langit malam.

Namun, Bumi masih menyimpan bekas tabrakan yang jauh lebih besar. Para astronom saat ini memantau beberapa ribu objek dekat Bumi untuk mengidentifikasi potensi ancaman.

>>> Pria Florida Ditangkap FBI Terkait Skema Malware Steam Curi Kripto Rp3,4 Miliar

Di antara objek-objek tersebut, peneliti mengklasifikasikan 2.000 hingga 2.500 benda sebagai Asteroid Berpotensi Berbahaya (PHA) karena ukurannya lebih dari 460 kaki dan orbitnya melintasi jalur Bumi.

Asteroid 30-100 Kaki: Ledakan Udara

Asteroid berukuran antara 30 hingga 100 kaki hampir selalu hancur di ketinggian. Gesekan ekstrem dan panas atmosfer menghancurkan objek sebelum menyentuh tanah.

Ancaman utamanya adalah ledakan udara yang dihasilkan.

Pelepasan energi secara tiba-tiba menghasilkan gelombang kejut yang dapat memecahkan jendela dan merusak struktur lemah di area luas.

Pada 15 Februari 2013, meteor berukuran 65 kaki meledak di atas Chelyabinsk, Rusia, merusak ribuan bangunan dan menyebabkan cedera ringan akibat pecahan kaca.

Asteroid 160-500 Kaki: Kehancuran Regional

Objek lebih besar dari 160 kaki sering kali bertahan saat memasuki atmosfer.

Asteroid berukuran 330 kaki yang melaju dengan kecepatan 38.000 mil per jam akan membuat kawah selebar lebih dari setengah mil di Manhattan.

Tabrakan tersebut akan menghasilkan gelombang kejut atmosfer yang mampu meratakan bangunan sejauh bermil-mil.

Tekanan ledakan hebat dapat menyebabkan cedera internal parah, terutama pada paru-paru dan gendang telinga, bagi siapa pun dalam radius enam mil.

Peristiwa bersejarah yang paling terkenal adalah peristiwa Tunguska di Siberia pada tahun 1908.