Wacana tentang asteroid kaya logam yang bernilai triliunan dolar sering muncul di pemberitaan.

Namun, di balik angka fantastis itu, realitas penambangan luar angkasa masih sangat kompleks dan belum terbukti secara ekonomi.

>>> Melawan Alzheimer Bisa Dimulai dari Otot, Bukan Otak

Salah satu objek yang paling menyita perhatian adalah asteroid 16 Psyche, yang saat ini sedang diincar oleh misi ilmiah NASA.

Wahana antariksa Psyche telah diluncurkan pada 13 Oktober 2023 dan dijadwalkan tiba di tujuan pada 2029.

Asteroid yang mengorbit antara Mars dan Jupiter ini awalnya diduga sebagai inti planet yang terpapar akibat tabrakan purba.

Namun, model terbaru menunjukkan Psyche kemungkinan besar adalah campuran batuan dan logam, dengan kandungan logam antara 30 hingga 60 persen volumenya.

Misi Ilmiah, Bukan Komersial

Misi NASA ke Psyche sepenuhnya bersifat ilmiah, bukan komersial.

Para peneliti ingin mengidentifikasi komposisi, gravitasi, dan medan magnet asteroid untuk memahami bagaimana planet berbatu dan inti logam terbentuk miliaran tahun lalu.

Berita sering menyebut nilai asteroid seperti Psyche mencapai miliaran hingga kuadriliun dolar berdasarkan harga logam saat ini.

Angka-angka itu hanyalah teoretis, karena mengalikan perkiraan massa asteroid dengan harga komoditas di Bumi.

Perhitungan tersebut mengabaikan biaya besar penambangan di luar angkasa, pemurnian di lokasi, transportasi pulang, asuransi, dan risiko jatuhnya harga pasar jika pasokan logam mulia tiba-tiba melimpah.

Asteroid kaya logam belum tentu layak ditambang secara ekonomi.

Faktanya, meteorit yang ditemukan di Bumi menunjukkan asteroid kaya logam sebagian besar terdiri dari besi dan nikel, dengan sedikit kobalt dan logam golongan platina.

Logam-logam ini berguna dalam elektronik, konverter katalitik, dan sel bahan bakar. Namun, untuk memastikan kelimpahan kimia, diperlukan kunjungan wahana atau sampel fisik yang dibawa pulang.