Harga minyak mentah global kembali mengalami penurunan setelah munculnya rencana penandatanganan kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Berdasarkan data Trading Economics pada Selasa (16/6/2026) pukul 12.05 WIB, harga minyak mentah WTI berada di posisi US$ 80,52 per barel.

>>> Kemenag Susun Kosa Isyarat Keislaman Indonesia untuk Sahabat Tuli

Angka tersebut menunjukkan penurunan sebesar 8,18% dalam kurun waktu sepekan.

Potensi Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Analis Komoditas & Mata Uang, Ibrahim Assuaibi, menyatakan bahwa rencana perdamaian antara AS dan Iran berpotensi menekan harga minyak mentah global lebih dalam.

Salah satu poin dalam kesepakatan tersebut mengatur tentang pembukaan kembali Selat Hormuz yang menjadi jalur distribusi krusial bagi pasokan minyak dunia.

"Informasi tersebut membuat harga minyak mentah mengalami penurunan.

Harga minyak mentah dunia kemungkinan besar akan terus mengalami pelemahan mendekati level US$ 75 per barel," ujar Ibrahim, Selasa (16/6/2026).

>>> Pelatih Norwegia Puji Haaland sebagai Pencetak Gol Terbaik Dunia

Ibrahim juga menjelaskan bahwa merosotnya harga komoditas ini akan memangkas biaya transportasi serta pengeluaran logistik.

Hal itu pada akhirnya memicu penurunan laju inflasi global.

Efek dari potensi penurunan inflasi global diperkirakan bakal mendorong bank sentral AS untuk tetap mempertahankan tingkat suku bunga acuan pada Juni ini.

Meski demikian, Ibrahim memprediksi bank sentral AS baru akan mengambil langkah penurunan suku bunga pada Juli mendatang.

>>> SKB 3 Menteri Tetapkan 2 Hari Libur Nasional April 2026

Hal itu dengan catatan harga minyak mentah mampu bergerak stabil di bawah level US$ 75 per barel.