Mengenal Gejala dan Penyebab Serangan Jantung saat Tidur
Serangan jantung tidak hanya mengancam saat seseorang beraktivitas berat atau stres. Kondisi ini juga bisa terjadi saat tidur, dan sering terlambat ditangani karena gejalanya tidak disadari.
Dilansir dari Detik Health, serangan jantung saat tidur kerap dianggap sebagai gangguan tidur biasa. Padahal, penanganan yang cepat sangat menentukan keselamatan.
>>> Pemerintah Sesuaikan Pagu Anggaran Program Makan Bergizi Gratis Jadi Rp268 Triliun
Penyebab Serangan Jantung saat Tidur
Salah satu pemicu utama adalah Obstructive Sleep Apnea (OSA), yaitu gangguan pernapasan yang menyebabkan henti napas berulang akibat penyumbatan saluran napas.
Kondisi ini menghambat aliran udara, sehingga pasokan oksigen ke jantung menurun dan memicu kerusakan otot jantung.
Konsultan perawatan intensif kardiovaskular, Dian Zamroni, SpJP, menjelaskan bahwa otot jantung terdiri dari sel listrik dan sel pompa.
Kerusakan pada sel listrik dapat menyebabkan kematian lebih cepat.
Faktor lain adalah tidur terlalu pulas sehingga gejala serangan jantung tidak menyadarkan penderita. Akibatnya, tindakan medis terlambat dan berakibat fatal.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Menurut Mayo Clinic, serangan jantung dipicu penyumbatan arteri akibat penumpukan plak lemak dan kolesterol yang membentuk gumpalan darah.
>>> Lionel Messi Tempati Kamar Khusus di Origin Kansas City Riverfront
Gejala saat tidur meliputi nyeri dada seperti ditekan atau diremas, yang bisa menjalar ke bahu, lengan, punggung, leher, rahang, hingga perut bagian atas.
Penderita juga bisa mengalami sesak napas meski sedang beristirahat, serta keringat dingin dan mual.
Diagnosis dan Pencegahan
Dokter biasanya melakukan elektrokardiogram (EKG) dan tes darah untuk diagnosis awal. Jika terkonfirmasi, dilanjutkan dengan ekokardiogram dan angiogram koroner.
Posisi tidur juga penting.
Studi tahun 2018 dalam Healthline menunjukkan tidur miring ke kiri dapat mengubah pembacaan EKG, sementara tidur miring ke kanan tidak.
CDC merekomendasikan jadwal tidur teratur, paparan sinar matahari pagi, aktivitas fisik cukup, menjauhkan gawai sebelum tidur, serta menjaga kamar sejuk dan gelap.
>>> Pertamina Pangkas 124 Entitas Usaha demi Efisiensi BUMN Energi
Faktor risiko seperti usia di atas 45 tahun, tekanan darah tinggi, dan kolesterol LDL tinggi juga meningkatkan ancaman serangan jantung.
Update Terbaru
Pembaruan Perdana Galaxy M47 Hadirkan Patch Keamanan Juli 2026
Selasa / 28-07-2026, 20:07 WIB
Kacamata Pintar Samsung Dilengkapi Indikator Privasi Kamera
Selasa / 28-07-2026, 20:07 WIB
Kisah Oei Tiong Ham, Konglomerat RI yang Namanya Diabadikan di Singapura
Selasa / 28-07-2026, 20:07 WIB
Kelelawar Cokelat Kecil Juara Tidur, Molor Hampir 20 Jam Sehari
Selasa / 28-07-2026, 20:07 WIB
Menkes: Kunci RI Jadi Negara Maju Bukan Rumah Sakit, Tapi Jaga Kesehatan
Selasa / 28-07-2026, 20:00 WIB
John Mayer Sumbang Rp90 Miliar untuk Riset PTSD, Fokus pada Kualitas Tidur
Selasa / 28-07-2026, 20:00 WIB
D4vd Terancam Hukuman Mati Usai Mutilasi Remaja 14 Tahun
Selasa / 28-07-2026, 20:00 WIB
Richard Lee Bantah Tudingan Selingkuh: Itu Mantan Gebetan SMA
Selasa / 28-07-2026, 20:00 WIB
Angel Has Fallen Tayang Malam Ini di Bioskop Trans TV, Mike Banning Dijebak
Selasa / 28-07-2026, 19:56 WIB
X Money Resmi Hadir di AS: Bunga 6% APY, Kartu Debit Visa, dan Asuransi FDIC
Selasa / 28-07-2026, 19:56 WIB
Zebronics Luncurkan Proyektor Pintar Zeb-PixaPlay 72 Plus dengan Layar hingga 120 Inci
Selasa / 28-07-2026, 19:56 WIB
KRAFTON India Luncurkan BGMI Campus MVP, Program Kepemimpinan Mahasiswa 90 Hari
Selasa / 28-07-2026, 19:56 WIB
Portronics Tornado Plus 160W: Pembersih Nirkabel Bertenaga Tinggi Diluncurkan
Selasa / 28-07-2026, 19:49 WIB
BoAt Luncurkan Jam Tangan Anak Sailor Nav dan Headphone Sailor Play di India
Selasa / 28-07-2026, 19:49 WIB







