Manajemen Everton dikabarkan sedang melakukan negosiasi intensif dengan Idrissa Gana Gueye terkait perpanjangan kontrak gelandang bertahan asal Senegal tersebut.

Kontrak Gueye akan berakhir pada akhir Juni 2026. Manajer David Moyes ingin mempertahankannya demi menjaga stabilitas lini tengah tim Merseyside itu untuk musim depan.

>>> Theo Hernandez Bicara Masa Depan Deschamps dan Zidane Jelang Piala Dunia 2026

Klub mengonfirmasi komunikasi terus berjalan dengan perwakilan pemain berusia 36 tahun itu. Namun, situasi ini memicu kritik karena Gueye diduga sengaja diparkir dalam empat laga terakhir musim lalu.

Tujuannya adalah untuk menghindari aktifnya klausul perpanjangan otomatis selama 12 bulan. Kebijakan ini dinilai aneh oleh mantan pemandu bakat Everton, Bryan King.

Kontribusi Krusial Gueye

Sepanjang musim, Gueye mencatatkan 25 penampilan. Data statistik menunjukkan Everton gagal memenangkan sembilan dari 13 pertandingan Premier League saat Gueye absen.

Rasio kemenangan tim pun merosot hingga 30 persen. King mengaku terkejut klub belum memberikan kontrak baru kepada pemain sekaliber Gueye.

"Saya terkejut mereka belum memberinya kontrak baru. Semua ini tampak sangat aneh bagi saya," ujar King kepada Goodison News.

Ia menambahkan bahwa ketiadaan Gueye di pekan-pekan terakhir memicu spekulasi mengenai masa depannya. Keputusan memarkir sang gelandang senior juga berdampak buruk di lapangan.

"Everton tidak berbuat banyak dalam pertandingan yang ia lewatkan, jadi aneh mengapa ia tidak dimainkan.

Skenario semacam itu menunjukkan bahwa Gueye mungkin ingin meninggalkan Everton setelah Piala Dunia," jelas King.

King menegaskan jajaran direksi klub harus bertanggung jawab atas potensi kerugian ini. Manajemen dianggap ceroboh karena berisiko kehilangan pemain penting secara cuma-cuma.

Pandangan Suporter