Rizal menilai bunga pinjaman yang rendah saja tidak cukup untuk menarik masyarakat beralih dari rentenir maupun tengkulak.

"Jika Kopdes tidak mampu menyediakan pembiayaan sekaligus akses pemasaran, pendampingan usaha, dan pencairan yang cepat, masyarakat tidak akan otomatis beralih," ujarnya.

Rizal menilai Kopdes Merah Putih perlu dirancang sebagai ekosistem layanan ekonomi desa, bukan sekadar lembaga penyalur pinjaman.

Selain menyediakan pembiayaan, koperasi juga perlu terhubung dengan pelatihan usaha, akses pasar, digitalisasi, hingga kemitraan dengan sektor swasta agar mampu meningkatkan produktivitas usaha masyarakat.

Menurut dia, apabila dikelola secara profesional, Kopdes Merah Putih berpotensi memperkuat inklusi keuangan di pedesaan, meningkatkan produktivitas UMKM, sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap rentenir.

>>> Pabrik Jerman Buka Lowongan di Melaka, Ribuan Warga Antre hingga 2 Km

"Keberhasilan program ini harus diukur dari berkurangnya praktik rentenir, meningkatnya pendapatan pelaku usaha desa, bertambahnya usaha produktif, dan membaiknya kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan," katanya.