Pertamina Patra Niaga Perluas Distribusi Pertamax Green 95 ke 180 SPBU
PT Pertamina Patra Niaga memperluas distribusi bahan bakar minyak ramah lingkungan Pertamax Green 95. Saat ini produk tersebut telah tersedia di 180 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Langkah ini merupakan wujud nyata dukungan perusahaan terhadap target transisi energi nasional. Pengembangan bioenergi juga menyasar sektor penerbangan melalui penyediaan Sustainable Aviation Fuel.
>>> Jhonlin Agro Raya Bagikan Dividen Rp60 Miliar dari Laba 2025
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menyatakan layanan Pertamax Green 95 akan terus diperluas. Tujuannya memberikan pilihan energi yang lebih rendah emisi bagi masyarakat.
Pengawasan Subsidi dan Perluasan Akses Energi
Perusahaan pelat merah ini juga memperketat pengawasan penyaluran bahan bakar bersubsidi. Digitalisasi sistem kini telah mencakup ratusan wilayah di Indonesia.
Program Subsidi Tepat telah diterapkan di 513 kabupaten/kota. Langkah ini menjadi bagian penting dalam memperkuat tata kelola distribusi energi nasional.
Pertamina Patra Niaga mengoperasikan Program BBM Satu Harga di 588 lokasi. Selain itu, terdapat 421 fasilitas pengisian bahan bakar khusus nelayan untuk mendukung perekonomian pesisir.
Roberth menegaskan komitmen perusahaan menjaga ketahanan energi nasional. Perusahaan juga berupaya memperluas akses energi yang berkeadilan dan mendukung pembangunan berkelanjutan.
>>> Argentina Berpeluang Kunci Tiket Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Infrastruktur Distribusi dan Pengembangan Wilayah Timur
Seluruh proses distribusi logistik ditopang oleh infrastruktur masif. Ini mencakup lebih dari 125 terminal BBM, 40 terminal LPG, dan 72 Depot Pengisian Pesawat Udara.
Fasilitas tersebut diperkuat ribuan armada transportasi darat, laut, hingga udara. Infrastruktur ini menjadi tulang punggung distribusi energi nasional.
Peningkatan kapasitas penampungan logistik terus digenjot, terutama untuk wilayah timur Indonesia. Wilayah ini mencatat lonjakan konsumsi energi yang signifikan.
Pengembangan TBBM Maumere dimulai pada pertengahan 2025. Tujuannya meningkatkan kehandalan operasi di area NTT, NTB, dan sekitarnya.
Perusahaan juga mengonfirmasi keberhasilan uji coba operasional fasilitas penampungan baru di Kalimantan.
>>> Mengenal Sejarah Selat Malaka dan Peran Geopolitik Globalnya
Selain itu, commissioning Pembangunan TBBM Tanjung Batu tahap 1 telah selesai untuk meningkatkan kehandalan penyaluran di area Kalimantan.
Update Terbaru
Penyebab Suara Aneh di Rumah dan Cara Mengatasinya
Jumat / 19-06-2026, 12:20 WIB
MoraRepublic Targetkan 1,5 Juta Pelanggan Baru Internet Rumah
Jumat / 19-06-2026, 12:20 WIB
Kode Redeem FF 20 Mei 2026: Klaim Diamond Gratis dari Kolaborasi Garena dan Shopee
Jumat / 19-06-2026, 12:20 WIB
Menteri PKP Pastikan Bunga KPR Subsidi Tak Naik Meski BI Rate Naik
Jumat / 19-06-2026, 12:20 WIB
Pemerintah Tunggu Proses Pembahasan RUU Perampasan Aset di DPR
Jumat / 19-06-2026, 12:20 WIB
Sport Gagal ke Puncak Klasemen Usai Ditahan Imbang Atletico-GO
Jumat / 19-06-2026, 12:17 WIB
KB Bank Kurangi 662 Pegawai, Dua Anggota Direksi Ajukan Mundur
Jumat / 19-06-2026, 12:17 WIB
Gejala Diabetes pada Pria yang Muncul di Penis, Sering Tak Disadari
Jumat / 19-06-2026, 12:17 WIB
Pemerintah Tetapkan Libur Hari Buruh 2026 Tanpa Cuti Bersama
Jumat / 19-06-2026, 12:17 WIB
Definisi Buruh Menurut UU dan Kategori Pekerja yang Termasuk
Jumat / 19-06-2026, 12:16 WIB
QS World University Rankings 2027: 20 Kampus Indonesia Masuk Daftar Global
Jumat / 19-06-2026, 12:16 WIB
Jadwal Mega Bollywood Paling Yahud 20 - 21 Juni 2026
Jumat / 19-06-2026, 12:16 WIB
Kemenaker Buka Peluang Revisi Permenaker Aturan Outsourcing
Jumat / 19-06-2026, 12:16 WIB
UNAIR Naik ke Peringkat 276 Dunia Versi QS WUR 2027
Jumat / 19-06-2026, 12:16 WIB






