Mengenal Sejarah Selat Malaka dan Peran Geopolitik Globalnya
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kerap menjadikan Selat Hormuz titik rawan. Kondisi ini turut menyoroti peran krusial Selat Malaka sebagai jalur alternatif.
Hambatan di Selat Hormuz dapat memicu dampak beruntun hingga ke Selat Malaka. Dampak tersebut berupa lonjakan harga energi dan perubahan rute pelayaran.
>>> Pemerintah Kaji Revisi Harga Patokan DMO Batubara untuk Kelistrikan
Meskipun lebih stabil, Selat Malaka tetap menjadi chokepoint yang sulit tergantikan. Pemerintah Indonesia menegaskan tidak mengambil keuntungan dari situasi tersebut.
Sejarah Panjang Selat Malaka
Sejarah Selat Malaka berkaitan erat dengan kejayaan kerajaan maritim di Asia Tenggara. Kerajaan Sriwijaya menguasai jalur ini pada abad ke-7 hingga ke-13.
Sriwijaya menjadikan kawasan ini pusat pelayaran dan perdagangan. Posisi strategis dimanfaatkan untuk mengendalikan arus komoditas emas, rempah, dan hasil bumi.
Kesultanan Malaka melanjutkan peran tersebut pada abad ke-15. Wilayah ini berkembang menjadi pusat perdagangan internasional yang mempertemukan pedagang Arab, India, dan Tiongkok.
Memasuki era kolonial, bangsa Eropa memperebutkan kendali navigasi. Portugis menguasai Malaka pada 1511, disusul Belanda dan Inggris demi kepentingan ekonomi dan militer.
>>> Kode Redeem FF 18 Mei 2026: Klaim Skin dan Voucher Gratis
Status Hukum dan Pengelolaan Bersama
Selat Malaka tidak dimiliki satu negara. Secara geografis, perairan ini berada di antara Indonesia, Malaysia, dan Singapura.
Pengelolaan mengacu pada UNCLOS. Selat Malaka masuk kategori selat untuk pelayaran internasional dengan hak lintas damai bagi kapal dunia.
Negara pesisir tetap memegang kewenangan penuh. Kewenangan itu meliputi keamanan, keselamatan navigasi, dan perlindungan lingkungan maritim.
Jalur Pelayaran Modern dan Tantangan
Selat Malaka masih menjadi salah satu jalur tersibuk di dunia. Lebih dari 80.000 kapal melintas setiap tahun, termasuk tanker minyak dari Timur Tengah ke Asia.
Tingginya kepadatan memicu risiko kecelakaan, pencemaran, dan perompakan. Negara-negara pesisir meluncurkan patroli bersama dan meningkatkan teknologi navigasi.
>>> Pemkab Kepulauan Seribu Tinggikan Tanggul di Pulau Kelapa Cegah Abrasi
Wacana rute alternatif seperti kanal di Thailand dan jalur darat mulai muncul. Namun, Selat Malaka tetap menjadi urat nadi rantai pasok energi global.
Update Terbaru
Amerika Serikat Hadapi Australia di Laga Kedua Grup D Piala Dunia 2026
Jumat / 19-06-2026, 13:21 WIB
Kanada Gilas Qatar 6-0 di Vancouver, Jonathan David Cetak Hattrick
Jumat / 19-06-2026, 13:21 WIB
Veda Ega Pratama Finis Kedelapan di Moto3 Catalunya 2026
Jumat / 19-06-2026, 13:21 WIB
Beckham Putra Prediksi Argentina Juara Piala Dunia 2026
Jumat / 19-06-2026, 13:21 WIB
Satria Muda Pertamina Bandung Siap Hadapi Playoff IBL 2026
Jumat / 19-06-2026, 13:21 WIB
Netflix Tayangkan Film Mertua Ngeri Kali Mulai Hari Ini
Jumat / 19-06-2026, 13:20 WIB
4 Peringatan Penting yang Jatuh Setiap Tanggal 25 April
Jumat / 19-06-2026, 13:20 WIB
Johan Manzambi Ukir Rekor Dunia di Piala Dunia 2026
Jumat / 19-06-2026, 13:20 WIB
OJK Resmi Ambil Alih Pengawasan Aset Kripto di Indonesia
Jumat / 19-06-2026, 13:20 WIB
Wagub Gorontalo Harap Rembuk Utama KTNA Hasilkan Rekomendasi Pertanian Maju
Jumat / 19-06-2026, 13:20 WIB
Kementrans Ajak Kemendikdasmen Sinergikan Program TEP dan Relawan Mengajar
Jumat / 19-06-2026, 13:16 WIB
Top Skor Sementara Piala Dunia 2026: Jonathan David Samai Lionel Messi
Jumat / 19-06-2026, 13:16 WIB
Pemkab Tapsel dan Lembaga Konservasi Dukung Restorasi Masyarakat di Batang Toru
Jumat / 19-06-2026, 13:16 WIB
Apa Itu NIB dan Mengapa Konten Kreator Kini Perlu Memilikinya
Jumat / 19-06-2026, 13:16 WIB






