Kota Madinah tidak hanya menawarkan keindahan spiritual Masjid Nabawi, tetapi juga warisan sejarah Islam yang memukau.

Salah satu destinasi yang kini menjadi magnet bagi jemaah haji dan umrah adalah Kebun Kurma Abdurrahman bin Auf.

in1

>>> Inggris Resmi Larang Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun

Perkebunan ini merupakan situs heritage yang menyimpan kisah kejayaan ekonomi sahabat Rasulullah SAW yang terkenal dermawan. Jemaah yang datang akan langsung merasakan atmosfer masa lalu yang kental.

Bangunan Ottoman dan Sistem Pengairan Tradisional

Di area ini, bangunan bersejarah peninggalan era Turki Utsmani (Ottoman) masih berdiri kokoh dan diperkirakan telah berusia ribuan tahun.

Bangunan kuno tersebut menjadi bukti nyata perawatan kawasan yang dilakukan dari generasi ke generasi.

Lokasi ini dahulu menjadi tempat majelis para sahabat bersama Abdurrahman bin Auf, dengan tembok asli yang tetap dipertahankan.

Sistem pengairan di kebun ini masih mempertahankan cara tradisional tanpa menggunakan mesin modern.

Jalur aliran air kuno yang dahulu dipakai oleh sahabat Abdurrahman bin Auf untuk mengairi perkebunan sengaja dijaga keasliannya.

"Tembok dan jalur air masa lalu itu masih kami pertahankan, selain juga jalur air baru yang kami buat untuk mengaliri kebun kurma ini," kata owner Kebun Kurma Abdurrahman bin Auf, Hasan Alkiwi.

Sumur Bersejarah dan Kurma Ajwa

Kawasan ini juga menyimpan Sumur Abdurrahman bin Auf yang dibangun 1.400 tahun lalu.

Sumur dengan kedalaman mencapai 60 meter tersebut masih terus mengeluarkan air dan tidak pernah kering hingga sekarang karena diyakini pernah didoakan oleh Nabi Muhammad SAW.

Air serta hasil dari area ini di masa lalu dikaitkan dengan kisah mahar berharga yang diberikan Abdurrahman bin Auf kepada sang istri saat menikah.