Selain air sumur, mahar dari sahabat yang kaya raya namun bersahaja itu berupa emas dan dirham.

Keberadaan sumur ini menjadi magnet utama bagi para peziarah yang ingin melakukan napak tilas.

in1

>>> Kinerja Keuangan GEMS Turun di Kuartal I-2026, Intip Prospeknya

Debit air yang besar dari sumur tersebut mampu mengairi pohon kurma di lahan yang luasnya mencapai 10 ribu meter persegi.

"Kualitas airnya pun bagus dan bisa langsung diminum, masih terjaga sangat baik sampai dengan saat ini," ungkap Hasan.

Rumah Bagi 350 Pohon Kurma Ajwa Kualitas Terbaik

Hasan Alkiwi, atau yang akrab disapa Abu Umar, menjelaskan bahwa perkebunan ini mengelola ratusan pohon kurma produktif yang siap panen.

Saat ini terdapat lebih dari 550 pohon kurma yang memasuki musim berbuah dengan perkiraan umur pohon berkisar antara 20 hingga 30 tahun.

Kebun Abdurrahman bin Auf menjadi tempat tumbuh bagi 350 pohon Kurma Ajwa kualitas terbaik atau Ajwa Aliyah yang dikenal sebagai 'Kurma Nabi'.

Pengunjung yang datang ke sini dapat menikmati langsung buah kurma segar yang dipetik dari pohonnya.

Sisa lahan perkebunan lainnya ditanami berbagai varian kurma premium seperti Kurma Rabiah, Kurma Safawi, Kurma Ambar, dan Kurma Sukari.

Pihak pengelola juga memberdayakan sekitar 30 pekerja asal Indonesia untuk ikut merawat dan memelihara pohon-pohon kurma tersebut.

Mengunjungi destinasi ini memberikan pengalaman wisata religi yang lengkap bagi jemaah haji dan umrah.

Pengunjung dapat berbelanja kurma segar langsung dari sumbernya, bersantai menikmati pemandangan, berfoto di bangunan peninggalan Ottoman, hingga mempelajari sejarah ekonomi Islam.

Kebun kurma yang berada di daerah Hijam Alwali, Madinah ini dibuka secara umum untuk seluruh jemaah dari Indonesia maupun negara lainnya dengan akses yang mudah dijangkau.

>>> KAI dan Kemenhub Perkuat Angkutan Kereta saat Libur Sekolah dengan Diskon 30%

Pengelola perkebunan juga menyediakan fasilitas yang ramah terhadap lidah nusantara.