Kota Badar berjarak sekitar 150 kilometer dari pusat Kota Madinah. Kawasan ini menjadi saksi bisu Perang Badar yang terjadi pada 17 Ramadhan 2 Hijriah.

Akses menuju Badar juga dapat ditempuh dari Kota Jeddah. Perjalanan menggunakan kendaraan roda empat memakan waktu kurang lebih dua jam.

in1

>>> Putin Kembali Tegaskan Rusia Terbuka untuk Dialog dengan Eropa

Destinasi pertama yang bisa dikunjungi adalah Jabal Malaikat, sebuah bukit pasir setinggi sekitar 757 meter di atas permukaan laut.

Bukit ini diyakini sebagai tempat turunnya ribuan malaikat untuk membantu umat muslim.

Sebelum memasuki area bukit pasir, pengunjung akan melewati deretan toko yang menjajakan aneka makanan, minuman, hingga oleh-oleh.

Di tempat ini, ribuan malaikat memperkuat pasukan Rasulullah yang saat itu hanya berjumlah sekitar 300 orang. Pasukan muslim akhirnya meraih kemenangan melawan 1.000 kaum Quraisy.

Tidak jauh dari Jabal Malaikat, berdiri Masjid Al-Arees atau Arisy. Lokasi ini merupakan tempat Rasulullah mendirikan tenda untuk menyusun strategi perang.

Pengunjung juga dapat berziarah ke makam para syuhada Badar di lembah Badar. Kompleks pemakaman tersebut dikelilingi pagar besi setinggi sekitar tiga meter.

Sebuah prasasti di pemakaman itu memuat nama 14 syuhada Badar yang gugur. Salah satu nama yang tercantum adalah Ubaidah bin al Harits.

Perang Badar bermula ketika Rasulullah SAW mengajak kaum muslimin mencegat kafilah dagang Quraisy pimpinan Abu Sufyan dari Syam.

Aksi ini bertujuan mengambil kembali harta benda milik kaum Muhajirin yang dirampas saat berhijrah.

>>> Residivis Pencuri Motor di Tambora Ditangkap, Hasil Curian untuk Beli Sabu

Kafilah Abu Sufyan berhasil lolos dari pencegatan tersebut.

Namun, pasukan tempur Quraisy pimpinan Abu Jahal tetap bergerak menuju Badar membawa sekitar 1.000 prajurit bersenjata lengkap untuk pamer kekuatan.