Iran mengecam keras serangan Amerika Serikat yang terjadi di dekat Rumah Sakit Spesialis Syahid Baghaei, sebuah rumah sakit kanker anak di Kota Ahvaz, pada Kamis (16/7).

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyebut serangan itu biadab dan mengingatkan pada kekejaman Israel terhadap fasilitas kesehatan di Gaza.

>>> Jadwal Bioskop Trans TV 18 - 19 Juli 2026

"Serangan biadab ini menyebabkan penderitaan dan kecemasan hebat pada anak-anak yang dirawat, serta memaksa evakuasi darurat," kata Baghaei, dikutip Al Jazeera.

Ia menambahkan bahwa tindakan tersebut merupakan kejahatan perang pengecut terhadap manusia yang paling tidak berdosa, yaitu anak-anak yang berjuang untuk hidup mereka.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, juga mengecam serangan itu sebagai kejahatan perang dan pelanggaran Piagam PBB serta hukum internasional.

>>> Harga Emas Antam Ambles Rp27 Ribu ke Level Rp2,606 Juta Hari Ini

Araghchi menyindir negara-negara yang mengkritik Iran atas operasi balasannya, namun tutup mata terhadap penargetan rumah sakit oleh AS.

Manajer Rumah Sakit Syahid Baghaei mengatakan 211 pasien harus dievakuasi akibat serangan tersebut. Sebagian pasien adalah penderita kanker yang membutuhkan oksigen dan ventilator.

>>> Dokter Ungkap Tanda Awal Penyakit Liver yang Mirip GERD

Serangan ini memicu kekhawatiran bahwa konflik bisa lepas kendali dan menunda penyelesaian negosiasi. Padahal, AS dan Iran sebelumnya telah sepakat gencatan senjata selama 60 hari.