Nilai tukar rupiah berada di level Rp17.948 per dolar AS pada perdagangan Senin (20/7) sore.

Mata uang Garuda menguat 27 poin atau 0,15 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.

>>> Kontroversi Final Piala Dunia 2026: Asisten Pelatih Argentina Diduga Pukul Dani Olmo

Pergerakan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang Asia yang melemah terhadap dolar AS.

Peso Filipina turun 0,16 persen, ringgit Malaysia melemah 0,16 persen, dan dolar Singapura terdepresiasi 0,12 persen.

Namun, sejumlah mata uang Asia lainnya bergerak di zona hijau.

Yuan China terapresiasi 0,13 persen, yen Jepang naik 0,02 persen, won Korea Selatan menguat 0,43 persen, dan dolar Hong Kong naik tipis 0,01 persen.

Di kelompok mata uang negara maju, pergerakan juga bervariasi.

>>> Kebakaran TPA Benowo Surabaya Diduga Akibat Flare Suporter

Euro Eropa menguat 0,01 persen, poundsterling Inggris naik 0,13 persen, dan dolar Australia terapresiasi 0,24 persen.

Sebaliknya, dolar Kanada melemah 0,01 persen dan franc Swiss turun 0,07 persen terhadap dolar AS.

Sentimen Eksternal Masih Membayangi

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah masih dibayangi sentimen eksternal. Eskalasi geopolitik di Timur Tengah mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia.

"Rupiah ditutup menguat terbatas terhadap dolar AS.

Sentimen risk-on di pasar ekuitas membantu menopang rupiah di tengah tekanan dari eskalasi geopolitik di Timur Tengah dan kenaikan harga minyak mentah dunia," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.

>>> Ketua Komisi III DPR Beri Tiga Catatan agar RUU Perampasan Aset Tak Jadi Perampokan

com, Senin (20/7).