Kelompok Hamas Palestina secara resmi menunjuk Khalil Al Hayya sebagai Kepala Biro Politik yang baru. Ia menggantikan Yahya Sinwar yang tewas dalam serangan Israel tahun lalu.

Pengumuman tersebut disampaikan Hamas pada Senin (20/7/2026). Sebelumnya, Al Hayya dikenal sebagai negosiator utama Hamas dalam pembicaraan gencatan senjata tidak langsung dengan Israel.

>>> Ramalan Guardiola Terbukti, Spanyol Juara Piala Dunia 2026 dengan Gaya Diam-diam

"Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) mengumumkan pemilihan saudara mujahid Khalil Al Hayya sebagai kepala biro politik gerakan tersebut, menggantikan pemimpin yang gugur, Yahya Al Sinwar," demikian pernyataan Hamas dikutip AFP.

Yahya Sinwar dituduh Israel sebagai salah satu arsitek serangan 7 Oktober 2023. Ia tewas setahun kemudian di Gaza.

Sejak kematian Sinwar, Hamas dipimpin oleh dewan kepemimpinan yang dikepalai Mohammed Darwish. Kini, Al Hayya akan memimpin hingga pemilihan baru pada 2027.

>>> Pemerintah Siapkan Insentif PPh 0 Persen hingga 50 Tahun untuk Investor PFII

Khalil Al Hayya lahir pada 1960.

Ia selamat dari upaya pembunuhan Israel di Doha tahun lalu, meskipun salah satu putranya tewas dalam serangan tersebut.

Berdasarkan kerangka kerja 2021, dua posisi tertinggi Hamas harus mencakup perwakilan dari Gaza, Tepi Barat, dan diaspora. Al Hayya mewakili Gaza.

>>> Yusril Nilai KPK Belum Perlu Ambil Alih Kasus Febrie dari Kejagung

Pemimpin baru ini akan menghadapi tugas berat mengelola rekonstruksi pasca-perang dan hubungan dengan faksi Palestina lainnya, seperti Fatah.