Pesawat ruang angkasa yang ditenagai reaktor fisi nuklir bukan lagi sekadar fiksi ilmiah.

NASA menargetkan akhir 2028 untuk misi Space Reactor-1 Freedom, yang digambarkan sebagai pesawat antariksa antarplanet bertenaga fisi pertama umat manusia.

>>> IHSG Diproyeksi Menguat pada Awal Pekan, Cermati Level Support dan Resistance

Misi ini dirancang untuk mendemonstrasikan propulsi listrik nuklir di luar angkasa.

Daya tariknya jelas: sistem nuklir dapat menghasilkan listrik di tempat yang sinar mataharinya lemah, terhalang, atau tidak ada untuk waktu lama.

Hal ini penting di Bulan, Mars, dan wilayah lebih jauh di tata surya.

Pertanyaan yang lebih sulit bukan hanya apakah insinyur dapat membangun mesin ini, tetapi seberapa aman negara dan perusahaan dapat menggunakannya ketika kesalahan di luar angkasa bisa menjadi masalah di Bumi.

Jalur Nuklir Menuju Mars

SR-1 Freedom dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa reaktor fisi kompak dapat menghasilkan listrik untuk pendorong listrik efisiensi tinggi.

Secara praktis, reaktor tidak bekerja seperti roket kimia yang meledakkan semua bahan bakarnya sekaligus.

Reaktor menghasilkan daya yang dapat terus mendorong pesawat ruang angkasa dalam jarak jauh.

NASA mengatakan misi ini juga akan membawa SkyFall, muatan tiga helikopter Mars yang berevolusi dari desain Ingenuity.

Tujuannya adalah mengumpulkan data sains, menguji zona eksplorasi, dan mencari kemungkinan sumber air di Planet Merah.

Fitur pesawat mencakup bahan bakar uranium tingkat rendah yang diperkaya tinggi, sistem daya siklus Brayton tertutup 20 kilowatt, dan berat total 26.455 pon.

Bulan Membutuhkan Daya Stabil

NASA dan Departemen Energi juga kembali mendorong pengembangan sistem tenaga fisi permukaan Bulan pada 2030.

Menurut NASA, reaktor semacam itu dapat menyediakan daya berkelanjutan untuk misi Bulan tanpa tergantung sinar matahari atau suhu.