Mengapa tidak menggunakan panel surya?

Bulan bisa mengalami malam yang berlangsung sekitar 14 hari Bumi, dan kutub selatan mencakup tempat-tempat di mana sinar matahari terbatas atau tidak dapat diandalkan.

Sumber listrik yang stabil dapat mendukung habitat, komunikasi, penjelajah, laboratorium sains, dan peralatan untuk mencari es air.

Misi SR-1 Freedom merupakan lompatan besar dalam teknologi antariksa, menggunakan fisi nuklir untuk menghasilkan listrik yang andal bagi propulsi listrik luar angkasa dalam perjalanan ke Mars.

Tenaga nuklir di luar angkasa sebenarnya sudah ada selama beberapa dekade, meskipun tidak selalu dalam bentuk yang sama.

Sistem tenaga radioisotop NASA menggunakan panas dari peluruhan alami plutonium-238 untuk menghasilkan listrik dan kehangatan bagi pesawat ruang angkasa.

Sistem itu telah membantu misi dari era Apollo hingga Voyager, Curiosity, Perseverance, dan New Horizons.

>>> Kemendagri Prihatin Tiga Bupati Terjaring OTT KPK dalam Sebulan

NASA mengatakan sistem tenaga radioisotop telah terbang pada 24 misi NASA, dengan lima misi bertenaga RPS yang masih aktif.

Reaktor fisi adalah langkah yang berbeda.

Amerika Serikat meluncurkan SNAP-10A pada 1965, dan Departemen Energi mengatakan reaktor itu dirancang untuk mulai hanya setelah mencapai orbit, mengurangi bahaya di darat.

Reaktor itu menghasilkan lebih dari 600 watt daya listrik setelah diluncurkan, tetapi Amerika tidak membangun jalur reaktor luar angkasa yang stabil setelahnya.

Pelajaran dari Kosmos 954

Setiap pembicaraan serius tentang tenaga nuklir di luar angkasa harus melihat ke belakang. Pada Januari 1978, satelit nuklir Soviet COSMOS 954 jatuh di Wilayah Barat Laut Kanada.

Health Canada mengatakan kecelakaan itu menyebarkan radioaktivitas di area sekitar 48.000 mil persegi di utara Kanada.