Julian Alvarez mencetak gol yang secara statistik nyaris mustahil saat Argentina menghadapi Swiss di Piala Dunia 2026.

Data expected goals (xG) mencatat peluang gol tersebut hanya tiga persen sebelum akhirnya berbuah gol.

>>> Roy Suryo vs Tifa di Kasus Ijazah: Sama-Sama Untungkan Jokowi?

Momen krusial terjadi pada menit ke-111 babak perpanjangan waktu di Kansas City Stadium.

Saat skor imbang 1-1, Alvarez menerima bola di sisi kiri kotak penalti dan melepas tembakan keras ke sudut atas gawang.

Analisis Opta menunjukkan perbedaan 50 poin persentase antara peluang awal dan setelah eksekusi, mencerminkan tingkat kesulitan gol.

Faktor posisi, sudut tembak, dan kepadatan pemain lawan membuat peluang awal sangat kecil.

"Dalam situasi itu saya melihat ruang, tidak ada yang menutup, jadi saya putuskan menendang. Kena sangat bersih, gol yang indah," ujar Alvarez usai pertandingan dikutip dari TycSport.

Gol tersebut menjadi titik balik kemenangan Argentina atas Swiss dengan skor 3-1.

>>> Ruben Onsu Akui Lelah Pura-pura Bahagia Selama Menikah dengan Sarwendah

Sebelumnya, Alexis Mac Allister membuka keunggulan, lalu Dan Ndoye menyamakan kedudukan di babak kedua.

Meski unggul jumlah pemain setelah kartu merah Breel Embolo, Argentina sempat kesulitan membongkar pertahanan Swiss.

Pelatih Lionel Scaloni bahkan terlihat terdiam sebelum akhirnya larut dalam selebrasi usai gol Alvarez.

Alvarez mengakui gol tersebut bukan kebetulan. Ia sempat mencoba situasi serupa sebelumnya, menunjukkan pembacaan ruang yang matang.

"Banyak tekanan, tapi kami terus mencoba. Kami tahu gol akan datang jika tetap bersama," kata Alvarez.

>>> Roy Suryo Cs Bebas, Jokowi Tak Wajib Tunjukkan Ijazah

Gol ini mengingatkan publik pada aksinya di Liga Champions saat menghadapi Real Madrid, dengan pola gerakan dan penyelesaian yang hampir identik.