Teks Khutbah Jumat 17 Juli 2026: Meletakkan Makna Jihad pada Posisinya di Era Digital
Ukuran Teks
Kata "jihad" selama beberapa dekade terakhir kerap kali mengalami penyempitan makna yang sangat fatal di mata dunia. Stigma negatif melekat erat, di mana jihad sering kali disamakan dengan terorisme, kekerasan, hingga tindakan ekstrem yang mengatasnamakan agama. Padahal, dalam khazanah keislaman, esensi jihad sangatlah luas, indah, dan penuh dengan kasih sayang.
Menyambut pelaksanaan Shalat Jumat pada 17 Juli 2026, sebuah naskah khutbah yang sangat relevan dengan kondisi umat saat ini beredar luas. Mengusung tema "Meletakkan Makna Jihad pada Posisinya", khutbah yang disampaikan oleh Dr. Muhammad Muhlis, M.Pd.I., C.CAL. ini mengajak jamaah untuk merenungkan kembali hakikat perjuangan dalam Islam.
Di era digital yang penuh dengan polarisasi dan perang pemikiran ini, bagaimana seharusnya seorang Muslim berjihad? Apakah masih dengan pedang, atau ada bentuk perjuangan lain yang jauh lebih besar dampaknya?
Berikut adalah ulasan mendalam sekaligus panduan teks lengkap khutbah Jumat yang dilansir dari laman csrc.or.id ini.
Mengikis Stigma Negatif: Jihad Bukanlah Terorisme
Secara bahasa, jihad berarti al-jahdu yang artinya berjuang, bersungguh-sungguh, dan mengerahkan segala daya upaya. Namun, sayangnya, banyak pihak yang menyempitkan makna agung ini hanya pada konteks qital (perang fisik).
Khatib mengingatkan bahwa distorsi makna ini adalah sebuah bahaya besar. Jihad pada dasarnya adalah tindakan membangun, bukan merusak. Jihad menebar kasih sayang (rahmat), bukan menciptakan ketakutan. Allah SWT secara tegas menyatakan dalam Al-Qur'an:
"Tidaklah Kami mengutusmu (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam." (QS. Al-Anbiya’: 107)
Para ulama sepakat bahwa risalah Nabi Muhammad SAW hadir untuk menyebarkan kasih sayang yang inklusif. Kasih sayang ini tidak hanya ditujukan bagi umat Islam, melainkan mencakup seluruh umat manusia dan bahkan alam semesta. Oleh karena itu, tindakan yang menciptakan kerusakan di muka bumi atas nama jihad adalah sebuah kesesatan berpikir yang nyata.
Editor: Hasyim Wijaya
Update Terbaru
Harga Galaxy Watch 9 dan Watch Ultra 2 Bocor, Dukung Bluetooth 6.0
Senin / 13-07-2026, 12:18 WIB
Garuda Indonesia Ubah Aturan Bagasi Gratis Mulai 1 September
Senin / 13-07-2026, 12:18 WIB
Qarrar Firhand Cetak Sejarah, Juarai WSK Euro Series 2026
Senin / 13-07-2026, 12:17 WIB
Marvel Studios Rilis Konsep Ilustrasi Pertama Avengers Doomsday
Senin / 13-07-2026, 12:15 WIB
Mongol dan Agum Gumelar Hadiri Ibadah Pelepasan Jenazah Temon
Senin / 13-07-2026, 12:15 WIB
Peti Jenazah Temon Dibawa ke TPU Tanah Kusir usai Ibadah Pelepasan
Senin / 13-07-2026, 12:14 WIB
URBN Atom Link 10000mAh Power Bank 5-in-1 dengan Pengisian 20W dan 15W Nirkabel Diluncurkan
Senin / 13-07-2026, 12:14 WIB
Apple Ubah Peta Jalan Chip M6, M7, M8 untuk Fokus pada AI
Senin / 13-07-2026, 12:14 WIB
Desa Pulu Pulihkan Lahan Banjir dengan Sereh Wangi, Hasilkan Minyak Atsiri Bernilai Ekspor
Senin / 13-07-2026, 12:14 WIB
5 Zodiak Beruntung Hari Ini 13 Juli 2026, Ada Gemini hingga Capricorn
Senin / 13-07-2026, 12:14 WIB
Cara Orang Cari Kerja Berubah, Perusahaan Harus Ikut Ubah Strategi Rekrutmen
Senin / 13-07-2026, 12:13 WIB
Cara Kerja Motor Hybrid dan Pilihan Termurah di Indonesia
Senin / 13-07-2026, 12:13 WIB
GAC Tembus 30 Juta Unit, Persaingan Mobil China di Indonesia Makin Ketat
Senin / 13-07-2026, 12:12 WIB
Sutradara End of Oak Street Buka Suara soal Rumor Spin-off Cloverfield
Senin / 13-07-2026, 12:08 WIB







