Teks Khutbah Jumat 17 Juli 2026: Meletakkan Makna Jihad pada Posisinya di Era Digital
Ukuran Teks
- Jihad Ilmu: jihad melawan kebodohan; menuntut ilmu agar umat Islam menjadi pemimpin di bidang teknologi, medis, dan ekonomi.
- Jihad Ekonomi: jihad melawan kemiskinan; membangun kemandirian ekonomi umat.
- Jihad Akhlak: jihad menunjukkan pada dunia bahwa Islam adalah Rahmatan lil 'Alamin.
Jika tiga jihad ini hidup, insya Allah, umat beragama akan kuat dan negara kita Indonesia akan menjadi damai: Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur.
Namun, saatnya kita muhasabah, merenungkan apa yang telah kita perbuat untuk membangun tiga jihad di atas.
- Apakah lisan kita masih suka melukai orang lain?
- Apakah jari kita di ponsel masih ikut menyebarkan fitnah dan kebencian?
- Apakah kita mudah menuduh orang lain sesat atau kafir?
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Baginda Nabi Saw. telah membentengi umat agar tidak terjatuh dalam lubang ekstremisme, atau bersikap melampaui batas dalam beragama. Beliau mengajarkan pentingnya jihad. Namun, jihad tidak identik dengan berperang tanpa alasan membela diri, apalagi menjadikan jihad sebagai alat legitimasi aksi-aksi teror dan melakukan kerusakan di atas bumi. Sungguh tindakan yang demikian itu mengaku berjalan di jalan Allah, tetapi tanpa bekal ilmu dan tanpa arah sehingga terjatuh pada kesesatan berpikir.
Sebagai bagian dari umat Islam, maka sudah semestinya kita mewaspadai pemahaman-pemahaman yang akan menjerumuskan kita kepada paham ekstremisme apalagi terorisme.
Pintu masuk ekstremisme adalah paham Takfiri, sebuah ideologi yang mudah mengkafirkan sesama Muslim. Kaum Takfiri menjustifikasi ideologinya dengan menggunakan ayat "Barangsiapa yang tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang kafir" (QS. Al-Ma'idah: 44).
Para ulama Ahlussunnah secara sepakat melarang kita untuk mudah mengkafirkan sesama Muslim. Ibnu Abbas RA menjelaskan bahwa yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah “Kufrun duna kufrin” (kekafiran yang tidak mengeluarkan seseorang dari Islam). Imam ath-Thahawi dalam Al-Aqidah al-Thahawiyyah berpendapat: “Kita tidak mengafirkan seorang pun dari ahli kiblat karena suatu dosa, selama ia tidak menganggap dosa itu halal.”
Oleh karena itu, mari kita jaga lisan kita. Mari kita jaga ukhuwah Islamiyah kita.
Jamaah Jumat Rahimakumullah,
Menyempitkan makna jihad hanya kepada kekerasan dapat menggiring kita kepada sebuah dosa sosial, di mana kita dapat menciptakan keretakan, polarisasi, dan konflik sosial yang berlarut-larut. Makna jihad harus dikembalikan kepada esensinya sebagaimana diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw. Kita dapat berjihad dengan cara berbakti kepada kedua orang tua.
جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ فَاسْتَأْذَنَهُ فِي الْجِهَادِ فَقَالَ أَحَيٌّ وَالِدَاكَ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَفِيهِمَا فَجَاهِدْ “Ada seorang lelaki datang kepada Rasulullah, lalu dia minta izin untuk ikut berperang. Rasulullah bertanya, ‘Apakah kedua orang tuamu masih hidup?’ Lelaki itu menjawab, ‘Ya.’ Rasulullah bersabda, ‘Kepada mereka berdualah engkau berjihad’.” (HR Imam Bukhari)
Kita juga dapat berjihad di jalan Allah dengan cara menuntut ilmu. Disebutkan dalam sebuah hadits:
مَنْ خَرَجَ فِى طَلَبِ الْعِلْمِ كَانَ فِى سَبِيْلِ اللّٰهِ حَتَّى يَرْجِعَ “Siapa saja yang keluar untuk mencari ilmu, maka ia berada di jalan Allah hingga ia pulang.” (HR Imam Tirmidzi)
Selain kedua hal yang telah disebutkan, masih banyak lagi sabda dari Nabi Muhammad saw, yang menerangkan berbagai macam cara untuk berjihad di jalan Allah. Termasuk jihad dalam bersabar dan memerangi nafsu demi menjalankan ketaatan kepada Allah.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah
Demikianlah makna jihad yang sesuai dengan ketentuan Allah dan Rasul-Nya. Kita juga berlindung kepada Allah agar dijauhkan dari paham ekstremisme yang merusak sendi-sendi ajaran agama Islam. Mari kita tunjukkan kesejukkan Islam, yang dapat membangun keharmonisan antar berbagai agama sehingga terwujud negeri yang aman dan penuh dengan kedamaian.
بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ الْقُرْاٰنِ الْكَرِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ، فَاعْتَبِرُوْا يَآ أُوْلِى اْلأَلْبَابِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ
(Khatib duduk sejenak untuk jeda antara dua khutbah)
KHUTBAH KEDUA
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللّٰهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ الْمُجَاهِدِيْنَ الطَّاهِرِيْنَ، أَمَّا بَعْدُ.
فَيَا آيُّهَا الحَاضِرُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللّٰهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ٱتَّقُوا ٱلهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ، وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى.
فَقَدْ قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ: وَالْعَصْرِۙ اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ.
إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، فِى الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللّٰهِ، إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتاءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشاءِ وَالْمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوا اللّٰهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرْ.
Editor: Hasyim Wijaya
Update Terbaru
Bagasi Garuda Dihitung dari Jumlah Bawaan Mulai 1 September 2026
Senin / 13-07-2026, 13:22 WIB
Polri Serahkan Emas 74 Kg dan Uang Asing Kasus Febrie ke Kejagung
Senin / 13-07-2026, 13:22 WIB
Iran Kembali Serang Negara Arab, Saudi Jadi Pengecualian
Senin / 13-07-2026, 13:21 WIB
Polda NTT Tunda Pemeriksaan Empat Terlapor Kasus Intimidasi Dokter Icha
Senin / 13-07-2026, 13:21 WIB
Respons Kritik Tuchel, Kane Janji Inggris Menggila Lawan Argentina
Senin / 13-07-2026, 13:21 WIB
Asus Resmi Rilis Kontroler ROG Raikiri II Pro PC untuk Gamer Kompetitif
Senin / 13-07-2026, 13:21 WIB
5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Transaksi Cashless
Senin / 13-07-2026, 13:21 WIB
Galaxy XR Resmi Dijual di Inggris, Dapatkan Explorer Pack Gratis
Senin / 13-07-2026, 13:19 WIB
Swiss Murka, Aturan Baru FIFA dan IFAB Picu Kartu Merah Breel Embolo
Senin / 13-07-2026, 13:19 WIB
Mongol Langsung Terbang dari Bali demi Melayat Temon
Senin / 13-07-2026, 13:15 WIB
Apakah Parfum Scarlett Boleh Dipakai Sholat? Ini Penjelasan Hukumnya
Senin / 13-07-2026, 13:14 WIB
Kacamata Anti Radiasi: Efektifkah Cegah Mata Minus dan Lelah? Ini Kata Dokter
Senin / 13-07-2026, 13:14 WIB
5 Sepatu Lari Lokal Rekomendasi dr Tirta: Full Cushion hingga Carbon Plate
Senin / 13-07-2026, 13:14 WIB
Suzuki Produksi Massal Paket Modifikasi Jimny Gozel Outdoor Concept
Senin / 13-07-2026, 13:14 WIB







