Pembersihan yang disebut "Operation Morning Light" melibatkan Kanada dan Amerika Serikat dan berlanjut hingga Oktober 1978.

Menurut Health Canada, hanya sekitar 0,1% sumber daya satelit yang berhasil dipulihkan. Itulah bagian yang masih membuat regulator gelisah.

Intinya bukan bahwa setiap misi nuklir luar angkasa akan gagal, tetapi kegagalan peluncuran, masuk kembali yang tidak terkendali, dan perencanaan akhir masa pakai bukanlah detail kecil.

Perbedaan antara misi yang berani dan krisis kepercayaan publik terletak pada hal-hal tersebut.

Kesenjangan Hukum Luar Angkasa

Ini bukan tentang menempatkan senjata nuklir di orbit.

Traktat Luar Angkasa 1967 melarang negara menempatkan senjata nuklir atau senjata pemusnah massal lainnya di orbit atau di benda langit.

Sumber tenaga nuklir, ketika digunakan untuk energi atau propulsi, berada dalam kategori hukum yang berbeda. Perserikatan Bangsa-Bangsa mengadopsi prinsip tentang sumber tenaga nuklir di luar angkasa pada 1992.

Prinsip-prinsip itu menyerukan penilaian keselamatan menyeluruh, analisis risiko, dan upaya untuk mengurangi paparan radiasi berbahaya atau bahan radioaktif.

Namun, Kantor PBB untuk Urusan Luar Angkasa mengatakan kerangka keselamatan yang diadopsi kemudian pada 2009 adalah panduan sukarela dan tidak mengikat secara hukum di bawah hukum internasional.

Hal itu meninggalkan regulator nasional dengan banyak tanggung jawab, bahkan ketika konsekuensi kecelakaan dapat melintasi batas negara.

Bisnis dan Pertahanan Mengawasi

NASA bukan satu-satunya pemain dalam cerita ini.

Inisiatif Nasional untuk Tenaga Nuklir Luar Angkasa Amerika 2026 dari Gedung Putih menyerukan kompetisi desain, keterlibatan sektor swasta, dan pekerjaan pada reaktor untuk orbit dan permukaan Bulan.

>>> 4 Kontroversi yang Warnai Langkah Argentina ke Semifinal Piala Dunia

Inisiatif itu juga menghubungkan sistem nuklir luar angkasa dengan tujuan ilmiah, eksplorasi, dan keamanan nasional.