Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pada Sabtu, 11 Juli 2026, bahwa ia telah menyelesaikan pemeriksaan medis di Walter Reed National Military Medical Center.

Dalam pernyataannya, Trump menyatakan berhasil melewati sejumlah tes kognitif di tengah sorotan publik terhadap kondisi kesehatannya.

>>> Gelombang Panas Heat Dome Landa Amerika Serikat, Suhu Capai 111 Derajat Fahrenheit

Pengumuman ini meninggalkan ketidakjelasan apakah evaluasi tersebut dilakukan baru-baru ini atau merujuk pada pemeriksaan sebelumnya pada akhir Mei.

Melalui platform Truth Social, Trump menulis, "Saya baru saja menyelesaikan pemeriksaan fisik sempurna di Walter Reed, saya melakukannya setiap enam bulan, dan saya meminta Tes Kognitif lagi, satu-satunya presiden yang melakukannya, tiga kali, dan saya lulus semua — semua pertanyaan saya jawab benar."

Sebelumnya, Trump juga telah berkomentar tentang status medisnya setelah evaluasi awal, mengatakan "semuanya diperiksa dengan sempurna."

Dokter Kepresidenan Nyatakan Trump Fit

Dokter Keputeraan Putih, Dr. Sean Barbabella, dalam memorandum resmi tiga hari setelah pemeriksaan menyatakan Trump dalam "kesehatan yang sangat baik."

"Ia sepenuhnya fit untuk menjalankan semua tugas sebagai Panglima Tertinggi," tulis Barbabella.

Dokumentasi medis menunjukkan presiden berusia 80 tahun itu menjalani tes ekstensif, termasuk penilaian fungsi jantung, mata, dan paru-paru, dengan berat badan 238 pon dan detak jantung istirahat 73 denyut per menit.

>>> Saham Teknologi ASX Diperdagangkan di Bawah Nilai Wajar Setelah Aksi Jual Pasar

"Presiden tetap mengikuti semua skrining pencegahan dan imunisasi yang sesuai," tambah Barbabella.

Dokter juga menanggapi pertanyaan publik mengenai pembengkakan kaki dan memar di tangan, yang dikaitkan dengan jabat tangan rutin dan konsumsi aspirin dengan profil koagulasi normal.

"Skrining kanker rutin, penilaian risiko kardiovaskular, dan evaluasi metabolik terkini dan dalam interval yang direkomendasikan.

Konseling pencegahan diberikan, termasuk panduan diet, rekomendasi aspirin dosis rendah, peningkatan aktivitas fisik, dan penurunan berat badan berkelanjutan," jelas Barbabella.

Sementara itu, diskusi kebijakan domestik yang dipimpin Menteri Luar Negeri Marco Rubio menuai sorotan terkait strategi internasional melawan gerakan politik tertentu.

>>> Diskusi Terbuka dengan Suami: Kunci Menentukan Masa Depan Pernikahan

Beberapa perwakilan administrasi menyatakan kekhawatiran bahwa pergeseran fokus strategis ini dapat memengaruhi dinamika politik ke depan.