Sistem tekanan tinggi yang kuat membentuk heat dome besar di Amerika Serikat pada Sabtu (15/7/2023), memerangkap suhu panas yang mengancam hingga tiga digit di wilayah Southwest hingga Great Plains.

National Weather Service (NWS) melaporkan bahwa sistem ini dapat memerangkap panas selama seminggu atau lebih, memengaruhi hingga dua pertiga wilayah daratan AS.

>>> Saham Teknologi ASX Diperdagangkan di Bawah Nilai Wajar Setelah Aksi Jual Pasar

Suhu diperkirakan 15-25 derajat Fahrenheit lebih panas dari normal di banyak area, termasuk pada malam hari yang menghalangi pemulihan tubuh.

Meteorolog NWS Josh Adam menyatakan bahwa lebih dari 90 rekor suhu lokal kemungkinan akan terikat atau terpecahkan hingga Rabu, dengan dua pertiganya merupakan rekor suhu malam hari.

Suhu malam diperkirakan tetap di atas 80 derajat Fahrenheit di kota-kota seperti Miami, Tampa, Galveston, dan Charleston.

"Panas tidak berhenti saat gelap," kata Adam, meteorolog NWS di Bismarck, North Dakota.

Ia menambahkan bahwa suhu di North Dakota akan melampaui 100 derajat Fahrenheit hingga Selasa, lonjakan dramatis untuk negara bagian yang biasanya bersuhu 80-an derajat di musim panas.

Dampak di Berbagai Wilayah

Meteorolog senior AccuWeather Chad Merrill menambahkan bahwa heat dome ini adalah salah satu yang terkuat dalam 25 tahun terakhir di wilayah Dakotas, meningkatkan risiko kebakaran di area kering seperti Rockies yang berpotensi mengalami badai petir kering.

Di Colorado, suhu diperkirakan mencapai 90-an atas hingga 100-an rendah sepanjang pekan depan.

Peringatan panas ekstrem diberlakukan untuk barat laut Colorado dengan potensi suhu hingga 106 derajat, sementara barat daya Colorado menghadapi imbauan panas sore dengan suhu mencapai 102 derajat tanpa hujan.