Relawan di Minnesota mendistribusikan perlengkapan pendingin darurat, termasuk handuk beku, kipas bertenaga baterai, air, dan makanan ke perkemahan tunawisma terpencil di St. Paul.

"Mereka tidak bisa masuk ke mobil ber-AC atau pergi ke rumah," kata Tynika Smith dari Bloomington, Minnesota.

>>> Diskusi Terbuka dengan Suami: Kunci Menentukan Masa Depan Pernikahan

Smith menjelaskan bahwa lokasi perkemahan yang terpencil menyulitkan penghuni mengakses pusat pendingin umum, sementara suhu di dalam tenda sering melebihi suhu luar.

"Saya hanya bisa melakukan sebanyak ini, tapi setidaknya saya bisa membantu mereka tetap sejuk untuk sementara," ujarnya.

Fasilitas umum di negara bagian lain menyesuaikan diri dengan kenaikan suhu mendadak.

Pejabat di Helena, Montana, mengadakan acara renang besar di Last Chance Splash Waterpark & Pool saat suhu lokal naik di atas 95 derajat Fahrenheit.

"Pasti hari yang panas, tapi kolamnya sejuk," kata asisten manajer Sean Swingley.

Swingley menyatakan bahwa musim panas Helena biasanya berkisar 85-90 derajat pada Juni dan Juli, namun beberapa hari bersuhu 95 derajat masih umum.

Sementara itu, wilayah yang terbiasa dengan cuaca panas mencatat suhu yang lebih ekstrem.

Meteorolog NWS Andrew Gorelow melaporkan bahwa Las Vegas, Nevada, diperkirakan mencapai 111 derajat Fahrenheit pada Sabtu, menjadikan wilayah itu jauh lebih panas dari normal.

Para ilmuwan menyatakan bahwa perubahan iklim yang didorong oleh pembakaran batu bara, minyak, dan gas alam terus menyebabkan gelombang panas yang lebih intens, lebih besar, dan lebih lama.

>>> Sikap Trump di KTT NATO Ankara: Dari Marah hingga Puji Sekutu

Para ahli menambahkan bahwa pola cuaca tahun ini juga dipengaruhi oleh El Nino yang baru terbentuk di Pasifik ekuatorial, yang diperkirakan memiliki peluang 81 persen menjadi sistem "sangat kuat" kategori tertinggi pada musim gugur.