Otoritas Brasil Selamatkan Perempuan yang Diperbudak Selama 55 Tahun
Otoritas tenaga kerja Brasil, bersama Polisi Federal, menyelamatkan seorang pekerja rumah tangga berusia 62 tahun yang diperbudak selama 55 tahun oleh sebuah keluarga di kawasan Greater Fortaleza, negara bagian Ceará.
Operasi yang selesai pada 2 Juli setelah adanya laporan anonim mengungkap bahwa korban telah bekerja tanpa upah tetap sejak 1971, saat ia masih berusia tujuh tahun.
>>> Final Wimbledon: Unggulan Teratas Sinner dan Zverev Berebut Gelar
Selama puluhan tahun, ia dipindahkan di antara tiga generasi keluarga majikan yang sama untuk membersihkan, memasak, dan mengasuh anak tanpa akses pendidikan atau kemandirian finansial.
Penyidik menemukan bahwa korban hidup dalam isolasi sosial total dan buta huruf.
Keluarga majikan juga mengendalikan bantuan pemerintahnya, mengambil Rp 600.000 per bulan dari program Bolsa Família sebelum memberikan uang tunai kepadanya.
Inspektur tenaga kerja memperkirakan upah yang belum dibayar dan hak-hak yang tidak terpenuhi selama puluhan tahun melebihi Rp 1,5 juta (sekitar $290.000).
Setelah intervensi, majikan secara resmi mengakui hubungan kerja hanya mulai 21 Juli 2014, sesuai dengan waktu mereka tinggal di kompleks perumahan mewah.
Keluarga majikan, yang terdiri dari pasangan pensiunan, seorang pengacara, pegawai negeri, dan dokter hewan, membantah tuduhan eksploitasi tenaga kerja.
>>> Pembalap NASCAR Thomas Annunziata Dirawat Usai Truk Terbakar di Tengah Balapan
Namun, mereka menandatangani Perjanjian Penyesuaian Perilaku dengan Kementerian Tenaga Kerja, setuju membayar Rp 50 juta sebagai pesangon, membeli rumah lengkap senilai Rp 150 juta untuk korban, dan mempertahankan iuran jaminan sosial hingga pensiun.
Jaksa yang menangani pemberantasan perbudakan rumah tangga, Maria Neuzeli, merinci pengekangan psikologis dan isolasi sosial yang dialami korban sepanjang hidupnya.
"Ms. A hidup dalam semacam penjara.
Ia tidak pernah mengelola uang, tidak punya rekening bank, tidak punya teman, dan bahkan tidak pernah pergi ke pantai sendirian," kata Maria Neuzeli, Jaksa di Kantor Jaksa Nasional.
Pihak berwenang memastikan langkah perlindungan sementara akan tetap berlaku untuk mendukung transisi korban menuju kehidupan mandiri sementara petugas berusaha menemukan kerabatnya.
Perjanjian yang ditandatangani tidak menyelesaikan semua kewajiban hukum, sehingga masih ada potensi tuntutan lebih lanjut terkait kompensasi yang belum dibayar.
Update Terbaru
Christopher Nolan Kecam Keras Konten AI 'Sampah' yang Dihasilkan Teknologi
Minggu / 12-07-2026, 18:36 WIB
Kapal Perang Inggris Melintas di Perairan Argentina, Picu Ketegangan Diplomatik
Minggu / 12-07-2026, 18:35 WIB
Jannik Sinner Hentikan Langkah Novak Djokovic di Semifinal Wimbledon
Minggu / 12-07-2026, 18:35 WIB
Empat Negara Lolos ke Semifinal Piala Dunia 2026
Minggu / 12-07-2026, 18:35 WIB
Senator Lindsey Graham Meninggal Dunia, Kongres Berduka
Minggu / 12-07-2026, 18:35 WIB
Khosla Ventures Group Beli Seattle Seahawks dengan Rekor $9,6 Miliar
Minggu / 12-07-2026, 18:32 WIB
Ilmuwan Peringatkan Ancaman Belatung Screwworm pada Satwa Liar dan Ternak AS
Minggu / 12-07-2026, 18:31 WIB
Gedung Putih Ubah Aturan Pemilu Demi Keuntungan, Pendukung Demokrasi Perlu Rencana Tanding
Minggu / 12-07-2026, 18:31 WIB
Koleksi Game Fisik PS3 dan Vita yang Wajib Diburu Sebelum Toko Digital Tutup
Minggu / 12-07-2026, 18:29 WIB
Pernah Punya HP Nokia Ini? Berarti Kamu Keren pada Masanya
Minggu / 12-07-2026, 18:29 WIB
Investor Institusi Beralih ke Sektor AI Non-Perangkat Keras yang Undervalued
Minggu / 12-07-2026, 18:29 WIB
Optimalkan Chrome dengan Pintasan Keyboard Ini, Hemat Waktu Berjam-jam
Minggu / 12-07-2026, 18:28 WIB
Cowboys Curi Kemenangan dari Manly Lewat Drop Goal Drinkwater
Minggu / 12-07-2026, 18:28 WIB
Todd Payten di Bawah Tekanan, Bangkitkan North Queensland Cowboys Tepat Waktu
Minggu / 12-07-2026, 18:28 WIB







