Vinicius Junior akhirnya angkat bicara setelah Timnas Brasil tersingkir di babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Penyerang Real Madrid itu mengaku frustrasi usai Selecao dikalahkan Norwegia dengan skor 1-2.

>>> Usai Geledah 13 Lokasi, Polisi Belum Umumkan Tersangka Kasus Batu Bara

Pernyataan tersebut disampaikan Vini Jr melalui media sosial lima hari setelah kekalahan tersebut.

Ia mengaku butuh waktu untuk mencerna hasil pahit yang dialami timnya.

"Vestir a camisa da Seleção é o maior orgulho da minha vida, dan tersingkir di babak 16 besar adalah perasaan yang sulit dijelaskan," tulis Vini Jr.

Ia juga menegaskan bahwa dukungan publik menjadi alasan dirinya tidak ingin terus diam.

"Saya melihat begitu banyak orang mendukung dan memeluk mimpi kami. Akan tidak adil jika saya tetap diam," lanjutnya.

Keputusan Penalti dan Permintaan Maaf

Meski tampil impresif dengan torehan empat gol, Vini Jr tetap disorot dalam laga kontra Norwegia.

Ia memilih tidak mengambil penalti di babak pertama saat skor masih 0-0.

Kesempatan tersebut diberikan kepada Bruno Guimarães, namun eksekusi gagal menjadi gol.

>>> Andie Peci Meninggal, Tokoh Bonek dan Aktivis Buruh yang Perjuangkan Persebaya

Vini Jr menjelaskan keputusan tersebut bukan inisiatif pribadi, melainkan sudah ditentukan pelatih Carlo Ancelotti sebelum pertandingan.

"Pelatih yang menentukan siapa penendang. Dia memilih Bruno.

Saya tidak pernah mengejar gelar top skor, dan saya tidak lari dari tanggung jawab," tegasnya.

Dalam laga itu, Norwegia tampil efektif dengan dua gol dari Erling Haaland yang memastikan langkah Brasil terhenti.

Kekalahan ini menjadi pencapaian terburuk Brasil sejak Piala Dunia 1990.

Menutup pernyataannya, Vinicius Jr menyampaikan permintaan maaf kepada publik Brasil.

Ia berjanji akan terus berjuang untuk membawa negaranya kembali ke puncak sepak bola dunia.

"Saya minta maaf. Kami punya tim yang cukup kuat untuk melangkah lebih jauh.

>>> Polisi Ungkap Alasan Belum Tetapkan Tersangka Tiga Kasus Korupsi

Saya akan terus berjuang untuk membawa Brasil kembali ke topo do mundo," pungkasnya.