Usai Geledah 13 Lokasi, Polisi Belum Umumkan Tersangka Kasus Batu Bara
Polda Metro Jaya menggelar konferensi pers terkait perkembangan penyidikan dugaan korupsi batu bara, ASABRI, dan Krakatau Steel pada Jumat (10/7) malam.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyatakan belum ada tersangka yang dapat diumumkan saat ini.
>>> Andie Peci Meninggal, Tokoh Bonek dan Aktivis Buruh yang Perjuangkan Persebaya
"Kami akan menyampaikan untuk [pengumuman] tersangka di dalam perkara ini di tahap berikutnya. Saat sekarang teman-teman penyidik masih melakukan pendalaman," ujar Budi di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan.
Ia menambahkan pengumuman penetapan tersangka akan disampaikan dalam waktu dekat tanpa menyebut jadwal pasti.
Dalam konferensi pers tersebut, Budi duduk satu meja dengan Direktur Penindakan Kortas Tipidkor Polri Brigjen Pol Robertus Yohanes De Deo dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Victor Dean Mackbon.
Budi mengungkapkan penyidik telah memeriksa total 15 saksi dalam kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang terkait batu bara dan Asabri.
Para saksi tersebut antara lain dua pegawai kafe de'Clan Signature di Cipete, empat pegawai Koin Money Changer di Cipete (inisial DH, HH, ER, RB), satu saksi di Gandaria berinisial DR, satu saksi di Pacific Place berinisial TK, satu saksi driver DR, satu saksi NH, satu saksi MIL, serta dua sekuriti Sentul berinisial R dan A.
>>> Polisi Ungkap Alasan Belum Tetapkan Tersangka Tiga Kasus Korupsi
Penyidik gabungan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya dan Kortastipidkor Polri terus melakukan pendalaman terkait tiga perkara korupsi yang diusut.
"Penyidik melakukan langkah-langkah pendalaman terkait tentang dugaan tindak pidana korupsi, baik itu suap, gratifikasi, dan pencucian uang," kata Budi.
Sebelumnya, Kakortastipidkor Polri Irjen Totok Suharyanto menjelaskan tiga perkara yang ditangani dengan mekanisme joint investigation bersama Polda Metro Jaya.
Perkara tersebut meliputi dugaan korupsi dan pencucian uang pada PLN batu bara, Asabri tahun 2020-2025, serta dugaan korupsi dalam penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI (anak perusahaan Krakatau Steel) tahun 2020-2025.
>>> Novel Warhammer 40.000 The Infinite and the Divine Dapat Sekuel Resmi
Penyidik telah menggeledah 13 lokasi di Jakarta hingga Sentul, Bogor, dan mengamankan barang bukti berupa uang tunai berbagai pecahan (dolar AS, dolar Singapura) serta emas batangan puluhan kilogram.
Update Terbaru
Elon Musk Yakin SpaceX Akan Bernilai Lebih dari Seluruh Bumi
Sabtu / 11-07-2026, 01:07 WIB
Pemilik Apartemen Berkreasi di Tengah Dominasi Hunian 'White Cube'
Sabtu / 11-07-2026, 01:07 WIB
Wali Kota Berlin Kai Wegner Mundur dari Pencalonan Kembali
Sabtu / 11-07-2026, 01:07 WIB
Optimasi Kemampuan Penalaran Model OpenAI Versi 5.6 di Tahun 2026
Sabtu / 11-07-2026, 01:07 WIB
Artis Konsep Terakhir Skyrim di Bethesda Di-PHK Setelah 18 Tahun
Sabtu / 11-07-2026, 01:05 WIB
Steam Raup $11,1 Miliar di Paruh Pertama 2026, Lampaui Total Pendapatan 2020
Sabtu / 11-07-2026, 01:05 WIB
WITCH X WITCH: Kamome Shirahama dan Dana Terrace Berbagi Cinta Fantasi di Kodansha House
Sabtu / 11-07-2026, 01:04 WIB
Film Live-Action Tazza: The Song of Beelzebub Rilis September
Sabtu / 11-07-2026, 01:00 WIB
Rekomendasi HP 2 Jutaan untuk Operasional Harian di 2026
Sabtu / 11-07-2026, 00:59 WIB
Kode Redeem Roblox Build A Soccer Squad Juli 2026: Dapatkan Rerolls dan Refreshes Gratis
Sabtu / 11-07-2026, 00:59 WIB
Pixel 6 Masih Bertahan Berkat Dukungan Update Android yang Melimpah
Sabtu / 11-07-2026, 00:57 WIB
Gboard: Keyboard Bawaan Android yang Mengancam Privasi Anda
Sabtu / 11-07-2026, 00:57 WIB
Indonesia Targetkan 40.000 Koperasi Desa Merah Putih Akhir Tahun
Sabtu / 11-07-2026, 00:56 WIB
Bintang 'Storage Wars' Dan Dotson Menyesal Tak Lebih Dekat dengan Darrell Sheets
Sabtu / 11-07-2026, 00:56 WIB







