Cristiano Ronaldo kembali gagal meraih Piala Dunia setelah Portugal tersingkir di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Kekalahan dari Spanyol membuat air mata Ronaldo mengembang.

Namun, kegagalan itu tidak semata-mata karena faktor lawan. Mantan gelandang Prancis, Youri Djorkaeff, menilai ada andil besar dari pemain-pemain Portugal sendiri.

>>> Virus Umum Ini Diduga Bisa Memicu Alzheimer, Kata Ahli

Djorkaeff bahkan menuding adanya boikot terhadap Ronaldo oleh rekan setimnya.

"Kalau Anda membawa Cristiano Ronaldo, maka tim harus bermain untuk Cristiano Ronaldo, tapi itu sama sekali tidak terjadi," kata Djorkaeff dikutip dari RMC.

"Anda bisa melihat dia diboikot timnya sendiri. Dia tidak mendapatkan umpan yang dibutuhkannya, dia tidak ditempatkan di posisi terbaik.

Anda bisa memilih untuk tidak memanggilnya, atau Anda memanggilnya dan memastikan tim bermain untuknya," tambahnya.

>>> Elon Musk Dihujat Usai Kritik Wali Kota New York Zohran Mamdani

Ronaldo sendiri telah mengikuti enam edisi Piala Dunia sejak 2006, namun tak pernah merasakan juara.

Pada Piala Dunia 2026, ia mencetak tiga gol: dua ke gawang Uzbekistan dan satu ke gawang Kroasia.

Gol ke gawang Kroasia menjadi spesial karena itu adalah satu-satunya gol Ronaldo di fase gugur Piala Dunia sepanjang kariernya.

Meski menjadi top skor Portugal, ia kalah saing dengan pemain lain dalam daftar pencetak gol terbanyak turnamen.

>>> China Sukses Mendaratkan Roket Bertenaga Ulang di Platform Lepas Pantai

Tuduhan boikot ini menambah kekecewaan Ronaldo yang telah memburu gelar juara dunia selama 20 tahun. Trofi Piala Dunia masih menjadi satu-satunya yang hilang dari lemari trofinya.