Elon Musk mendapat serangan balik setelah mengkritik Wali Kota New York Zohran Mamdani. Dalam pidato peringatan 250 tahun kemerdekaan AS, Mamdani menyoroti kesenjangan ekonomi yang semakin lebar.

"Kami melihat negara terkaya dalam sejarah dunia, di mana anak-anak tidur dalam keadaan lapar, sementara triliuner pertama di dunia masih haus akan lebih banyak," ujar Mamdani.

>>> China Sukses Mendaratkan Roket Bertenaga Ulang di Platform Lepas Pantai

Musk yang sempat menjadi triliuner setelah IPO SpaceX, merespons dengan cuitan pedas.

"Mamdani tidak membangun apa pun. Dia adalah pengambil, bukan pembuat," tulis Musk.

Namun, balasan itu justru memicu gelombang kritik terhadapnya.

Balasan paling populer menyebut bahwa kerajaan bisnis Musk dibangun dari puluhan miliar dolar bantuan pemerintah. Seorang pengguna bahkan menuding Musk sebagai penerima terbesar uang pajak AS sepanjang masa.

Pengorganisir politik Jay Ponti melontarkan kritik tajam. Ia mengingatkan bahwa Tesla didirikan oleh Martin Eberhard dan Marc Tarpenning, bukan Musk.

"Kekayaanmu berasal dari akuisisi, pengambilalihan paksa, dan mencuri kredit," tulis Ponti.

>>> 6 Drama China Juli 2026: Romansa hingga Intrik Istana

"Kamu adalah parasit," tambahnya. Pernyataan itu menyoroti ketergantungan perusahaan Musk pada kontrak pemerintah.

Investigasi Washington Post menemukan bahwa bisnis Musk telah menerima setidaknya 38 miliar dolar dalam bentuk kontrak, pinjaman, subsidi, dan kredit pajak.

Tanpa suntikan dana dari pembayar pajak, perusahaan Musk bisa saja bangkrut.

Sementara itu, Mamdani justru dikenal karena kebijakan yang berpihak pada rakyat, seperti perluasan penitipan anak murah, perlindungan upah pekerja gig, dan pajak rumah kedua bagi warga kaya.

Setelah IPO SpaceX menjadikan Musk triliuner pertama, Mamdani bercuit, "Alasan nomor satu triliun mengapa kita harus mengenakan pajak pada orang kaya."

Keduanya sepakat soal efisiensi, namun dengan pendekatan berbeda.

>>> Tulis Surat Perpisahan Usai Tinggalkan SM Entertainment, Winwin Eks NCT Janjikan Ini

Mamdani meluncurkan Komisi Efisiensi Pemerintah untuk memudahkan warga New York mengakses layanan kota yang terjangkau, berbeda dengan upaya Musk yang dinilai boros.