Todd Payten, pelatih North Queensland Cowboys yang berada di bawah tekanan, berhasil memimpin kebangkitan timnya tepat waktu.

Setelah awal musim yang buruk, Cowboys kini kembali bersaing memperebutkan tempat di final NRL.

>>> Copilot Windows 11 Kini Bisa Cek Kondisi PC dengan Fitur PC Insights

Memasuki musim 2026, Payten dianggap sebagai salah satu kandidat terdepan untuk dipecat. Kekalahan beruntun dari Newcastle dan Wests Tigers membuat posisinya semakin terancam.

Namun, Cowboys kemudian bangkit dengan meraih kemenangan atas Gold Coast, Melbourne, St George Illawarra, dan Brisbane.

Kemenangan derbi Good Friday atas Brisbane menjadi pernyataan kuat bahwa Cowboys kembali ke jalur yang benar.

Tekanan Sejak Awal Musim

Sebelum musim dimulai, mantan pemain Chad Townsend menyebut Payten sebagai pelatih paling tertekan di kompetisi.

Corey Parker juga menekankan bahwa Payten harus menghasilkan performa sesuai dengan skuat yang dimiliki.

Payten selamat dari pemecatan setelah musim 2025 yang sulit, di mana Cowboys finis di peringkat ke-12 dengan pertahanan yang bocor.

Manajemen kemudian merombak staf pelatih dengan mendatangkan Blake Green, Paul Wellens, dan Jordan McLean.

Payten mengakui bahwa musim lalu adalah tahun terberat dalam kariernya. Ia telah melakukan refleksi dan perubahan, namun hasil akhir akan menjadi bukti.

>>> Trump Puji Lindsey Graham sebagai Patriot Sejati Usai Senator Meninggal

Konsistensi Masih Jadi Masalah

Cowboys telah absen dari final dalam tiga dari lima musim di bawah Payten. Inkonsistensi menjadi ciri khas tim, terlihat dari hasil musim ini yang naik turun.

Setelah kemenangan beruntun, mereka kalah telak dari Manly, Eels, Dolphins, dan Warriors. Namun, mereka kemudian mengalahkan pemuncak klasemen Penrith Panthers di kandang sendiri.